|
Meningkatkan kedisiplinan pegawai pemerintahan, mulai tahun depan absensi di lingkungan pemerintahan Provinsi Jawa Barat akan menggunakan sidik jari.
Seperti yang disampaikan oleh Ahmad Heryawan, Gubernur Provinsi Jawa Barat, disitat dari Tempo Interaktif, Rabu (21/7), bahwa pihaknya sedang mempersiapkan teknologi pemindai sidik jari sebagai bukti absensi pegawai. Ide penggunaan sistem ini didasari oleh masih banyak pegawai pemerintahan yang tidak patuh terhadap jam kerja, mulai dari datang terlambat, pulang lebih cepat dari jam kerja, hingga tidak masuk kerja sama sekali.
Sistem yang direncanakan telah dipasang pada seluruh Sekretariat Daerah Provinsi dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pada tahun 2011 tersebut, dalam prosesnya akan meminta pegawai untuk absen tiga kali seharai. Yaitu pada pagi, siang, dan sore menjelang pulang.
Tak hanya mengontrol jam kerja, sistem pemindai sidik jari yang dikembangkan oleh Insitut Teknologi Telekom Bandung ini juga digunakan sebagai acuan pemberian Insentif Berbasis Kinerja sehingga lebih akurat.
Dalam hal biaya, Ahmad Heryawan belum dapat memastikan nilai yang dibutuhkan. Namun, ia menyatakan bahwa pembangunan sistem tersebut telah dimasukkan dalam rencana APBD Perubahan untuk tahun 2010 ini.
Dinda Purnamasari (
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
) |