Tim Indonesia Berhasil Menangkan Program Virtual Global di Singapura

Vicky - Digital Economy

Rabu, 31 Maret 2021 22:22 WIB

tim indonesia berhasil menangkan program virtual global di singapura

Setelah delapan bulan program pembelajaran, pertukaran lintas batas, dan bimbingan secara online, 15 tim - terdiri dari 28 kaum muda - berkumpul kembali untuk babak akhir YSE Global's Pitching for Change, dimana mereka mempresentasikan ide kewirausahaan sosial mereka secara virtual kepada juri.

Para tim yang terdiri dari Bangladesh, Cina, India, Indonesia, Malaysia, Nigeria, Filipina, Singapura, dan Uganda - terpilih dari 54 tim yang terdiri dari 109 pemuda yang mengikuti program YSE 2020 Global SIF pada Juli 2020 lalu. Baca Juga: Kemenperin Terus Godok Jiwa Entrepreneur di Pondok Pesantren

Program YSE kali ini adalah pertama dalam 11 tahun sejarah yang dijalankan sepenuhnya secara online. Menjelang Pitching for Change hari ini, tim terlebih dahulu menghadiri rangkaian webinar dan klinik bisnis virtual secara intensif di Workshop YSE online (Juli-Agustus 2020). Mereka kemudian dibimbing oleh konsultan bisnis terkemuka dari McKinsey & Company, Temasek International, dan para wirausahawan yang handal yang relevan dengan sektor mereka.

Para tim juga ikut serta dalam sesi YSE Spotlight, serangkaian perjalanan pembelajaran virtual yang dikurasi ke Indonesia, India, dan Singapura. Sesi ini menampilkan wirausahawan sosial dan pakar industri yang berbagi pengalaman dan wawasan mereka dengan para wirausahawan muda. Para pembicara tersebut termasuk KitaBisa sebagai mitra SIF, dan Ecodoe alumni YSE 2015 dari Indonesia; alumni YSE 2018 Givfunds, dan Involve dari India; begitu pula alumnus YSE 2012 BagoSphere dari Singapura.

Melalui program YSE, para calon wirausaha sosial muda mempertajam ide bisnis mereka sebagai persiapan untuk presentasi babak final. Sebagai contoh, beberapa tim dengan bimbingan dari mentor mereka mengubah model bisnis mereka secara online sebagai tanggapan atas tantangan yang timbul dari krisis global COVID-19.

Rencana bisnis sosial tim-tim ini memberikan solusi kreatif di bidang Pertanian, Barang dan Jasa Konsumen, Makanan & Minuman, Lingkungan dan Energi, Pendidikan dan Pelatihan, Teknologi Perawatan Kesehatan dan Platform Digital, Desain Perkotaan, serta Air dan Sanitasi. Terlepas dari keragaman kebangsaan, latar belakang, dan kawasan dampak, semua tim mempresentasikan tujuan bersama untuk membuat dampak berkelanjutan melalui bisnis.

Saat upacara penutupan YSE Pitching for Change, SIF Chairman Ambassador Ong Keng Yong mengatakan, selama delapan bulan program YSE, para pembuat perubahan muda kami telah mewujudkan semangat ketahanan saat menavigasi tantangan di dunia nyata. Pihaknya bangga mendukung mereka dalam mewujudkan impian kewirausahaan sosial mereka menjadi realitas. 

“Pertumbuhan program YSE selama 11 tahun terakhir ini adalah sebuah bukti nilai dalam menyatukan komunitas dunia untuk berkolaborasi dan mempengaruhi perubahan positif sistemik untuk dunia yang lebih baik,” ujar Ong Keng Yong, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (31/3/2021).

Enam tim pemenang masing-masing menerima hingga S$20,000 untuk pendanaan awal. Mereka dipilih berdasarkan dampak dan skalabilitas usaha sosial mereka, serta tingkat komitmen anggota tim. Para Tim Pemenang (berdasarkan urutan alfabet) adalah; Canfem (India), Fempreneur Secrets (Singapura), Gabi (Hong Kong, Special Administrative Region of the People's Republic of China), International Changemaker Olympiad (India), Neurafarm (Indonesia), dan Safewheel (Bangladesh). 

SIF Governor dan Ketua Juri YSE 2020, Lian Wee Cheow, mencatat bahwa krisis COVID-19 telah meningkatkan kebutuhan wirausaha sosial untuk menangani masalah sosial. Dikatakan, sangat menggembirakan dapat menyaksikan dorongan dan semangat dari para peserta muda ini untuk menciptakan perubahan sosial yang positif. 

“Komitmen tim, bersama dengan ide bisnis yang inovatif dan berkelanjutan, memberi kami harapan bahwa bisnis mereka benar-benar dapat berkembang dengan baik,” ujar Lian Wee. 

Febi Ifdillah, Chief Executive Officer Neurafarm dari Indonesia menambahkan, pihaknya memperoleh keterampilan dan wawasan yang tak ternilai dari workshop dan bimbingan dari mentor kami yang telah mendukung di setiap langkah kami. Pihaknya juga senang mendengar dari tim lain dan pelaku industri tentang bagaimana mereka melakukan pendekatan kewirausahaan sosial di pasar yang berbeda. 

“Program ini memberi kami perspektif baru, dan saya berharap dapat terus terlibat dengan jaringan YSE internasional setelah program ini berakhir,” ujar Febi. 

Ms Fung Ka Yan, Director Gabi dari Hong Kong mengatakan: “Sungguh sangat memuaskan menjadi bagian dari YSE bersama tim saya. Saya senang terhubung dengan teman-teman yang berpikiran sama dari seluruh dunia. Kami menerima dukungan yang luar biasa selama ini. Kami sangat bersyukur telah memenangkan pendanaan, yang akan membantu kami mengembangkan bisnis kami untuk mempromosikan kesempatan pendidikan yang inklusif dan merata bagi semua orang.”

Akriti Gupta, Pendiri Canfem dari India juga mengungkapkan apresiasinya: “Kami berterima kasih atas dukungan dari seluruh tim YSE dan mentor kami. Kami telah belajar dan memperoleh banyak hal selama delapan bulan terakhir. Sungguh luar biasa juga melihat bahwa ada pemuda-pemuda lain di seluruh dunia yang terus berupaya bahkan ketika ada rintangan yang menerjang. Kisah orang-orang yang berpikiran sama membantu kami merasa tidak terlalu sendirian.”

Huda Hamid, Pendiri Fempreneur Secrets dari Singapura, menambahkan: “YSE telah menjadi pengalaman belajar yang luar biasa. Kami menghargai kesempatan ini untuk terhubung dengan wirausahawan sosial dan pakar industri dari wilayah ini. Bimbingan dari mentor saya dan sesi YSE Spotlight, khususnya, telah membantu saya mengubah bisnis saya secara efektif. Saya percaya bahwa koneksi internasional yang dibangun akan memajukan perjalanan kewirausahaan sosial saya.”

YSE Global berupaya untuk menginspirasi, melengkapi, dan memungkinkan kaum muda dari berbagai negara untuk memulai atau mengembangkan usaha sosial mereka. Sejak 2010, program ini telah membina lebih dari 1.200 alumni di 39 negara dan membangun jaringan 577 wirausaha sosial di seluruh dunia.