Apa Itu Referral Marketing?

Puri_mei - Digital Economy

Selasa, 30 Maret 2021 14:56 WIB

apa itu referral marketing?

Pemasaran dapat terjadi kapan pun, bahkan jika Anda tidak melakukan segala upaya apa pun untuk meningkatkannya. Jika Anda membuat produk atau layanan yang bernilai kemudian Anda akan memasarkannya, kemungkinan besar orang akan mulai membicarakannya.

Tugas pemasar adalah memengaruhi proses pemasaran itu sendiri dengan menggunakan beragam taktik dan strategi untuk memastikan bahwa setiap orang mendengar tentang betapa bernilainya produk tersebut.

Baca Juga: Catat! Begini Tips Digital Marketing Ala Renaldy Pujiansyah

Seiring berjalannya waktu, industri pemasaran dipenuhi dengan lebih banyak strategi dan taktik untuk Anda gunakan, dan sejumlah solusi strategis yang diposisikan untuk mengatasi sejumlah kesulitan dalam bisnis yang makin menantang. Saat ini, pembeli online sudah bosan dengan iklan spanduk dan iklan pop-up karena banyak pembeli yang lebih suka membeli barang berdasarkan ulasan dari orang yang mereka kenal dan percayai seperti keluarga, teman, dan rekan kerja.

Faktanya, sebanyak 82% orang Indonesia suka mencari rekomendasi dari jejaring mereka saat sedang mempertimbangkan untuk membeli suatu produk. Jelas bahwa konsumen menginginkan lebih banyak informasi sebelum membeli produk dan layanan tertentu. Dengan bantuan word of mouth marketing, sebuah brand akan makin populer karena ada rekomendasi pribadi dari banyak orang. Di situlah referral marketing berperan.

Jadi, Apa Itu Referral Marketing?

Referral marketing adalah taktik pemasaran yang menggunakan rekomendasi dari pihak terdekat dan dari mulut ke mulut untuk menumbuhkan basis pelanggan bisnis melalui jaringan pelanggan yang sudah ada. Referral marketing dapat memiliki banyak bentuk, tetapi pada intinya, strategi pemasaran ini adalah cara untuk membuat pelanggan setia Anda membantu menyebarkan informasi menarik tentang brand Anda. Dengan kata lain, referral marketing mengubah pelanggan Anda saat ini menjadi brand supporter.

Studi menunjukkan bahwa pelanggan tidak hanya mencari referensi, tetapi mereka juga akan menindaklanjutinya. Referral marketing mengambil sifat rujukan organik dan altruistik yang melekat serta memberi sebuah brand alat bantu untuk dapat mengelola pemasaran dalam skala besar.

Anda mungkin pernah melihatnya, dan kemungkinan besar bahkan berpartisipasi dalam bentuk pemasaran seperti ini. Saat sebagian besar perusahaan menyadari bahwa rujukan adalah faktor pendorong yang signifikan untuk mendapatkan pelanggan baru, masih ada beberapa kebingungan tentang cara mengukur strategi pemasaran ini.

Banyak perusahaan yang membuat program rujukan seperti ini dan mencoba mengelolanya secara manual melalui email dan software pemasaran dasar lainnya. Namun, perusahaan yang berhasil akan menciptakan proses otomatis dengan menggunakan satu platform untuk mendaftarkan, melacak, mengelola, dan memberi penghargaan kepada pelanggan mereka yang berjasa dalam menyampaikan informasi seputar produk tersebut.

Industri Apa Saja yang Menggunakan Strategi Referral Marketing?

1. Fashion e-Commerce

Industri ini memiliki basis pelanggan yang besar, followers media sosial yang terlibat, dan nilai pelanggan yang cukup tinggi. Semua itu dapat terjadi berkat promosi dari mulut ke mulut secara organik, minat pelanggan atas rujukan dari seseorang, dan banyak ruang untuk berkreasi dalam melakukan pemasaran.

2. Business-to-Business (B2B) Software as a Service (SaaS)

Gmail, Evernote, Dropbox, dan Trello semuanya mendorong pertumbuhan eksponensial sejak awal dengan memanfaatkan kekuatan dari metode rujukan ini. Dengan ini, para perujuk akan diberikan imbalan untuk setiap rujukan, yaitu fitur premium atau potongan harga untuk produk tertentu.

3. Big Ticket Items

Karena margin dan nilai pelanggan cenderung lebih tinggi dengan big ticket item seperti TV, furnitur, bahkan mobil, brand yang menjualnya dapat menawarkan insentif rujukan yang lebih besar dan yang lebih menarik bagi kedua belah pihak.

Referral marketing adalah kesesuaian alami dalam industri di mana penggemar, pelanggan, mitra, dan influencer terbesar Anda sudah membicarakan brand Anda.

Apa pun industrinya, ada satu kesimpulan utama: Program rujukan yang sukses menghasilkan efek jaringan yang alami. Saat Anda mendapatkan lebih banyak pelanggan yang dirujuk, sebagian besar dari mereka yang puas akan berubah menjadi perujuk brand Anda. Perujuk tersebut kemudian akan menarik pelanggan baru dan siklus akan berulang dimulai dari awal lagi hingga seterusnya.

Mengapa Referral Marketing Itu Penting?

Terlepas dari maraknya media baru, pemasar makin kesulitan dalam menjangkau audiens yang penting bagi brand mereka. Dari perspektif konsumen, banyak perusahaan dibanjiri dengan pesan pemasaran yang sama sekali tidak relevan bagi mereka. Memang, kemajuan teknologi telah dibuat oleh pemilik media sosial seperti Facebook untuk dapat meningkatkan penargetan iklan, tetapi sampai saat ini masih sulit untuk mengurangi hambatan dalam melakukan pemasaran secara online.

Tantangan besar kedua adalah kurangnya kepercayaan pada periklanan arus utama. Laporan terbaru dari Nielsen menunjukkan bahwa kepercayaan dalam pemasaran telah menurun selama 5 tahun terakhir. Strategi referral marketing yang kuat dapat mengatasi masalah ini.

Baca Juga: Apa Itu Micropayment?

Mengapa Tidak Semua Jenis Bisnis Bisa Melakukan Teknik Referral Marketing?

Menjaga pola interaksi manusia pada skala industri dan pasca-industri bisa menjadi hal yang sangat menantang. Itu terjadi secara alami hanya untuk operasi dalam skala yang sangat kecil. Sebuah bisnis kecil kemungkinan besar dapat melacak rujukan pelanggannya secara informal di ingatan kepalanya, atau melalui pembukuan sederhana jika bisnisnya sudah terstruktur.

Sebelumnya, dia harus mengenali wajah pelanggan setia bisnisnya. Namun, jika dia menjalankan organisasi besar atau toko e-commerce yang populer seperti saat ini, dia harus khawatir tentang penipuan. Bagaimana Anda mengetahui apakah seseorang itu nyata? Bagaimana Anda bisa melacak semuanya?

Ketika sebuah bisnis menjadi lebih besar dan lebih populer, menjalankan program rujukan secara informal menjadi hal yang makin tidak mungkin untuk dilakukan, dan membutuhkan biaya untuk bisa melacak peningkatan angka rujukan (siapa yang mereferensikan siapa, apa yang harus kita berikan kepada mereka sebagai bentuk penghargaan). Ini dapat mengalihkan perhatian kita dari proposisi nilai inti bisnis. Anda pasti tidak ingin menghabiskan waktu untuk mengelola program rujukan pelanggan karena Anda pasti ingin menghabiskan waktu untuk membangun produk yang hebat.

Jika Anda memiliki brand yang bisa menghasilkan keuntungan besar, Anda dapat mempekerjakan orang untuk mengelola strategi referral marketing untuk Anda. Ini bisa menguras kantong karena membutuhkan biaya yang sangat mahal. Selain itu, strategi ini juga membutuhkan pengetahuan, pengalaman, dan data. Atau, Anda dapat menggunakan solusi dari pihak ketiga.