Begini Jurus Digitalisasi Sektor Pertanian

Tanayastri - Digital Economy

Kamis, 25 Februari 2021 15:15 WIB

begini jurus digitalisasi sektor pertanian

Transformasi digital penting untuk ekonomi dan berbagai organisasi, termasuk yang bergerak di sektor pertanian. Mengapa? Demi memastikan kesiapan menghadapi beragam tantangan di masa depan, khususnya setelah pandemi saat ini.

Karena itu, Kementerian Pertanian (Kementan) bekerja sama dengan Microsoft demi memodernisasi sektor tersebut; guna meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia sekaligus menambah inklusi finansial petani. Apalagi, 30% tanah di Indonesia merupakan tanah pertanian.

"Sektor itu menyumbang 13% terhadap Produk Domestik Bruto Indonesia, karena itu kami akan bekerja sama dengan Kementan untuk memberdayakan 30 juta petani dengan teknologi," ujar Executive Vice President and President Microsoft Global Sales, Marketing, and Operations, Jean Philippe Courtois, Kamis (25/2/2021).

Baca Juga: Atasi Ketidakstabilan Bitcoin, Negara Ini Bakal Rilis Dolar Digital Sendiri

Baca Juga: Pantas Getol Mau Larang Bitcoin, Ternyata Negara Ini Mau Rilis Duit Digital Sendiri

Microsoft akan menyediakan data untuk memprediksi cuaca dan lingkaran tanaman, serta membantu perencanaan penanaman demi meningkatkan jumlah panen.

Courtois menambahkan, "Data itu berasal dari satelit, sensor Internet of Things (IoT), dan drone."

Kedua pihak itu juga bermitra dalam transformasi digital yang mengintegrasikan datahub untuk 600 aplikasi dalam sistem digital pertanian .

"Sistem digital pertanian terdiri dari beberapa poin, yakni: (1) penggunaan kecerdasan buatan terbarukan; (2) integritas real time dari sawah, ladang menuju pusat data; (3) perlindungan informasi dengan tata kelola akses dan distribusi informasi; dan, (4) pelatihan kemampuan digital farming modular," jelas Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo.

Dengan sinergi, kedua pihak itu bertujuan memajukan pertanian Indonesia supaya semakin mandiri dan modern--begitu kata Syahrul.