Bank Mandiri Ajak Pebisnis Melek Pemasaran Digital

Puri_mei - Digital Economy

Sabtu, 21 November 2020 18:35 WIB

bank mandiri ajak pebisnis melek pemasaran digital

PT Bank Mandiri Tbk (Persero) berupaya mendorong kebangkitan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dengan mengajak mereka beradaptasi di masa pandemi. Terutama dengan memanfaatkan platform digital sebagai outlet penjualan.

"Bank Mandiri punya peran sebagai agent development atau mengembangkan UMKM karena di masa krisis akibat impact dari pandemi, tentunya pertama kali yang kena UMKM," kata Direktur Jaringan dan Retail Banking Aquarius Rudianto dalam webinar Digital Marketing: Strategi Mendapatkan Konsumen dan Meningkatkan Penjualan, Jumat (20/11/2020).

Baca Juga: Subsidi Gaji Tahap II, Segini Loh Uang yang Sudah Bank Mandiri Salurkan

Aquarius mengatakan, perseroan berupaya membantu para nasabah pebisnis ini dengan menyediakan transaksi bebas biaya hingga mendorong transaksi digital. "Chanel-chanel digital kita siapkan untuk mengakomodasi kebutuhan. Perkembangannya cukup drastis, kalau kita lihat sudah hampir 1,7 miliar transaksi dan kalau e-commerce kita sudah hampir 146 juta posisi Oktober," lanjutnya.

Ia mengatakan bahwa pergeseran transaksi ke jalur digital ini terjadi baik di sisi penjual maupun konsumen. Aquarius berharap, fitur-fitur online di Mandiri bisa dimanfaakan para pebisnis, termasuk pinjaman yang bisa diajukan secara online.

"Kalau mau pinjam Rp100 juta, di Mandiri dalam waktu maksimal 15 menit bisa sampai disburse," kata Aquarius menjelaskan tenang program Pinjaman Tanpa Ribet atau PINTAR.

Dalam webinar tersebut, Digital Creator Ndorokakung mengatakan, media sosial merupakan sumber informasi utama bagi warga Indonesia sehingga sangat bisa dimanfaatkan untuk berjualan. "Media sosial mampu memberikan data tentang perilaku konsumen, ini penting bagi brand," tambahnya.

Selain itu, media sosial sangat ramah bagi pebisnis. Meski demikian, perlu strategi jitu untuk memanfaatkan media sosial dalam marketing. "Pertama adalah menetapkan tujuan, mau brand awareness, mau meningkatkan sales, atau mencari lead, atau apa. Kemudan KPI-nya apa, apakah mau meningkatkan trafic ke web, apakah lead atau sales, dan seterusnya," jelas Ndorokakung.

Selanjutnya, perlu menetapkan target pasar, yaitu kalangan mana, usia, jenis kelamin, di perkotaan atau pedesaan, kelompok pesepeda atau pengguna mobil. Sebab, ini akan menentunkan konten yang cocok untuk target market-nya.

Berikutnya, karena media sosial jenisnya, brand harus memilih sesuai dengan barang jual. "Apakah brand cocok menggunakan Tik-Tok misalnya, kita tahu Tiktok banyak digunakan anak muda, gen Z," tambahnya.

Sementara untuk konten, salah satu tipsnya harus menjawab kebutuhan konsumen. "Kedua konten mudah diakses, makin mudah diakses dan mudah disebarkan akan meningkatkan engagement," pungkasnya.