Digital Creative Millennials Dorong Creativepreneur untuk Bertransformasi Digital

Vicky - Digital Economy

Jum'at, 20 November 2020 18:11 WIB

digital creative millennials dorong creativepreneur untuk bertransformasi digital

Digital Creative Millennials, salah satu program corporate social responsibility (CSR) unggulan dari Telkomsel, memperkuat perannya dalam mendorong kemajuan industri kreatif dan mendukung generasi muda di Indonesia untuk berani berbisnis menggunakan saluran digital. 

Vice President Corporate Communications Telkomsel, Denny Abidin mengatakan, peran tersebut kini diupayakan dengan menyelenggarakan workshop secara virtual. Workshop tersebut memberikan insight bermanfaat untuk mendorong transformasi digital di berbagai lini bisnis kepada 143  pemilik usaha dan creativepreneur yang hadir.

Baca Juga: Kolaborasi Telkomsel dan Gojek Perkuat Ekonomi Digital Indonesia

Workshop dari Digital Creative Millennials menjadi sebuah kegiatan interaktif yang mampu memfasilitasi para pemilik usaha dan creativepreneur untuk mengembangkan potensi bisnisnya berbekal transformasi digital yang diterapkan secara holistis," katanya, Jumat (20/11/2020).

Diharapkan, kegiatan ini akan mendorong semakin banyak inovasi yang muncul dari para pelaku industri yang muda, kreatif, dan digital-savvy sehingga berbagai industri di Indonesia dapat terus bergerak maju mengikuti perkembangan terkini.

Tema besar transformasi digital yang diangkat dalam workshop ini diturunkan menjadi beberapa topik bahasan, mulai dari ideation concept strategy, business analytics, production planning, selling automation, business advertising, serta webstore development. 

"Dalam mengupas materi-materi tersebut, workshop yang digelar Digital Creative Millennials menggandeng para creativepreneur dan praktisi ahli, meliputi Yukka Harlanda (Founder Brodo), Samuel Sabandar (Founder SSDC), Adrian Gilrandy (Co-Founder Prakasa Triputra Solusi), Laura Mellisa Minnesota (Digital Marketing for SME Specialist Telkomsel) serta Dipta Imanto (CEO Prakasa Triputra Solusi),"ujarnya. 

Founder SSDC Samuel Sabandar mengatakan, bisnis online di Indonesia akan terus hidup dan berkembang. Secara statistik, Indonesia punya lebih dari 260 juta penduduk, jadi pasar Indonesia itu sangat besar. 

"Dengan sebuah fenomena yang membuat orang-orang semakin memanfaatkan platform online, ini menjadi kesempatan bagi UMKM dan pelaku usaha lokal untuk bisa bersaing, karena saat ini semua punya kesempatan yang sama di dunia maya. Kuncinya adalah dengan segera membangun bisnis online yang memiliki media sosial dan situs resmi," pungkasnya.