Kiai NU Dituding Terima Ratusan Juta, Ketua PCNU Karawang Dituntut Klarifikasi

Puri_mei - Nasional

Minggu, 18 Oktober 2020 20:20 WIB

kiai nu dituding terima ratusan juta, ketua pcnu karawang dituntut klarifikasi

Pimpinan Pondok Pesantren Annihayah, Kecamatan Rawamerta, Kiai Ahmad Tatang Syihabuddin, meminta Ketua PCNU Karawang, Kiai Ahmd Ruhyat Hasbi, mengklarifikasi pernyataannya di WhatsApp Grup yang menyebut 5 Kiai kultural NU telah menerima uang ratusan juta dari calon bupati Cellica Nurrachadiana.

"Tudingan itu tidak benar. Kami harap KH. Uyan (panggilan akrab Ahmad Ruhyat) meminta maaf secara terbuka di media massa," ujar Kiai Tatang, kepada awak media, akhir pekan lalu.

Baca Juga: Menaker Ida Fauziyah Sambangi NU Sosialisasikan Omnibus Law, Said Aqil Tak Melunak

Menurutnya, Kiai Uyan telah mencemarkan nama baik pesantren dan NU. Sebab, dirinya bersama 4 Kyai lainnya tidak pernah menerima uang dari pasangan calon manapun. Kiai Tatang menuturkan, pada musim Pilkada, bukan hal aneh jika ada calon yang datang untuk sowan ke Kiai dan pesantren NU.

"Kami mempersilahkan semua paslon untuk datang karena mungkin kami dipandang sebagai orang tua," katanya.

Biasanya, lanjut Kiai Tatang, para calon bupati/wakil bupati meminta doa dan nasihat dari para kyai. Hal itu hal yang wajar, bukan berarti ada janji-janji politik apalagi dibayar. Kiai Tatang mengaku telah bertemu para Kiai NU lain yang dituding menerima uang dari Cellica-Aep.

"Kami sudah membuat surat terbuka. Isinya menuntut Kiai Uyan mengklarifikasi pernyataannya itu. Kami juga meminta masyarakat tidak percaya terhadap tudingan tersebut. Kami juga meminta masyarakat menjaga persatuan," ujar Tatang.

Sebelumnya di jagat media sosial, Kiai Ahmad Ruhyat Hasby, yang saat ini menjabat Ketua NU Karawang, menuding pasangan Cellica-Aep dan PKS melakukan politik uang saat kampanye Pilbup Karawang 2020. Tudingan berupa tangkapan layar WAG itu tak pelak membuat heboh para netizen.

Dalam tulisan di WAG tersebut, Kiai Uyan menyebut ada 5 Kiai NU yang diberi uang senilai Rp250 hingga Rp300 juta. Pondok pesatren yang katanya dikunjungi Cellica merupakan jaringan NU kultural.

Adapun lima kyai NU yang dituding mendapat uang dari Cellica-Aep adalah Kiai Ujang Badruddin dari Ponpes Nurusalam di Medang Asem, Kiai Wawan Jarakah-pengasuh Ponpes Baitul Burhan di Tempuran, Kiai Tatang Syihabuddin-pengasuh Ponpes Annihayah di Rawamerta, Kiai Abdul Goni Maruf-pengasuh Ponpes Alhidayah, Rawamerta, dan Kiai Agus dari Ponpes Sabilul Khair, Manggung Jaya Cikul.

Dalam tulisan yang sama, Kiai Uyan mengajak warga NU struktural untuk memenangkan Jimmy (Ahmad Zamakhsyari) yang tiada lain adalah adik kandungnya.

"Membaca politik licik ala Cellica dan PKS harus menjadi pemicu semangat bagi kita untuk terus bergerak mencari dukungan sebanyak mungkin. Ketika mereka sudah tidak masuk melalui NU struktural, mereka sekarang gencar masuk ke NU kultural dengan masif. Semua pesantren NU yang rata-rata tidak aktif disambangi mereka," tulis Uyan.

Uyan berpendapat, untuk membendung siasat politik Cellica-Aep, ia menginstruksikan seluruh pengurus PCNU Karawang, Badan Otonom, hingga pengurus kecamatan untuk mendukung Ahmad Zamakhsyari sebagai calon Bupati Karawang.

Uyan menyebut Ahmad Zamakhsyari alias Jimmy sebagai kader terbaik NU. Saat ini, Jimmy merupakan calon bupat dengan nomor urut 3. Dia berpasangan dengan Yusni Rinzani dan diusung Partai Gerindra, PKB, juga Hanura.

Sementara itu, KH. Ahmad Ruhyat Hasbi melalui rilis yang disampaikan ke salah satu media massa di Karawang menyampaikan permohonan maaf atas kekhilafannya itu. Dia mengaku telah mendatangi salah satu kyai yang telah disebut dirinya di WAG.

"Sabtu pagi saya sowan ke Kiai Tatang Syihabudin, Pimpinan Ponpes Annihayah Rawamerta. Saya sampaikan permohonan maaf dari hati yang paling dalam atas kekhilafan saya menyebut beliau menerima bantuan Rp250 juta dari paslon nomor 2 yang saya posting di WAG MWC NU Karawang yang bocor ke publik," kata Kyai Uyan.

Menurutnya, hal itu murni kesalahan pribadi dan tidak ada kaitannya dengan organisasi NU yang sedang dia pimpin.

"Ini murni kesalahan saya pribadi tidak kaitannya dengan organisasi yang saya pimpin, dan beliau (Kiai Tatang syihabudin- red) Alhamdulillah sudah menerima permintaan maaf saya walaupun tidak bersedia diambil gambar," katanya.