Kalau Jiwa Taruhannya, Buat Apa Ada Pilkada?

Lestari_ningsih - Nasional

Senin, 21 September 2020 17:30 WIB

kalau jiwa taruhannya, buat apa ada pilkada?

Pandemi virus Corona (Covid-19) masih melanda Tanah Air. Bahkan kasusnya pun terus meningkat. Hingga kini tidak ada tanda-tanda penyebaran virus tersebut menurun. Penularan virus asal Wuhan ini terjadi di mana saja. Dari rumah, alat transportasi hingga di perkantoran.

Di sisi lain, pemerintah masih bersikeras tetap melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada Desember mendatang. Kondisi ini dikritik banyak pihak karena Pilkada yang memicu berkumpulnya banyak orang bisa berpotensi membuat virus ini semakin menyebar.

Baca Juga: Anak Pengusaha Kondang Pendiri Astra Borong Saham Perusahaan Sandiaga, Nilainya Fantastis!

Baca Juga: Pak Jokowi Punya 2 Pilihan Agar Pilkada Tak Korbankan Ribuan Nyawa: Tunda atau ....

Mantan Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin, juga menyoroti tentang polemik Pilkada 2020 di tengah pandemi Covid-19. Melalui akun Twitternya, politikus Partai Persatuan Pembangunan ini menegaskan tujuan berpolitik untuk kemanusiaan.

Menurut dia, buat apa pilkada digelar jika pilkada dapat mengancam keselamatan jiwa. "Tujuan berpolitik itu untuk kemanusiaan. Bila tahapan Pilkada dapat mengancam keselamatan jiwa, lalu untuk tujuan apa ia diadakan?" kata Lukman melalui akun Twitternya, @lukmansaifuddin, Senin (21/9/2020).

Baca Juga: Teriak-Teriak Minta Tunda Pilkada? Yaelah Telat Kali, Bung!

Desakan menunda Pilkada Serentak 2020 disuarakan banyak pihak. Bahkan dua ormas besar di Tanah Air, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan PP Muhammadiyah telah membuat pernyatan sikap meminta tunda pilkada. Namun hingga kini tidak ada tanda-tanda pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan penundaan ajang kontestasi politik lima tahunan tersebut.