ADB: Pertumbuhan Indonesia Sampai Akhir Tahun -1%

Puri_mei - Makro

Rabu, 16 September 2020 12:57 WIB

adb: pertumbuhan indonesia sampai akhir tahun -1%

Ekonomi Indonesia masih akan berat hingga akhir tahun ini. Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) memprediksi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Indonesia tahun ini bakal mengalami kontraksi di kisaran 1%.

Dalam laporan "Asian Development Outlook (ADO) 2020" yang dirilis disebutkan kontraksi pada tahun ini akan menjadi penurunan pertama dalam perekonomian Indonesia sejak krisis keuangan Asia tahun 1997–1998.

Baca Juga: Sri Mulyani: Ekonomi Bisa Minus Lebih dari 2,1% Imbas PSBB Jakarta

Proyeksi pertumbuhan negatif secara keseluruhan akan dialami seluruh negara di Asia termasuk Malaysia (-5.0%), Filipina (- 7,3%), dan Thailand (-8,0%).

"Terlepas dari fundamental makroekonomi yang kuat, Indonesia akan mengalami pertumbuhan yang sulit untuk sisa tahun 2020 dengan banyak ketidakpastian seputar cakupan dan tren pandemi di Indonesia," kata Direktur ADB untuk Indonesia, Winfried Wicklein, pada Selasa (15/9/2020).

Untuk mempercepat pemulihan, ADB pun menyarankan agar pemerintah Indonesia mampu menyeimbangkan antara aspek kesehatan dan ekonomi.

"Ke depan, prioritas kebijakan yang konsisten dan terkoordinasi yang menyeimbangkan antara melindungi kehidupan dan mata pencaharian, dan memastikan memulai kembali aktivitas bisnis dengan aman. Di sisi lain, tetap penting untuk memastikan pemulihan yang cepat dan inklusif," ujarnya.

Laporan menyebut, kontraksi disebabkan konsumsi Indonesia mengalami kontraksi pada semester I-2020. Hal ini seiring dengan pemotongan belanja oleh rumah tangga dan penundaan investasi oleh dunia usaha.

Ia mengatakan, permintaan terhadap ekspor Indonesia pun ikut merosot seiring diberlakukannya karantina wilayah di seluruh dunia. ADB memprediksi, belanja rumah tangga masih akan tetap rendah dalam waktu dekat, mengingat adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menanggulangi penyebaran virus.

"Karena permintaan global dan domestik akan tetap lemah pada 2020, kegiatan perdagangan dan investasi pun akan tetap rendah," pungkasnya.