Digugat Pailit, Saham Sentul City Udah Miris dari Awal Tahun

Lestari_ningsih - Bursa

Senin, 10 Agustus 2020 14:42 WIB

digugat pailit, saham sentul city udah miris dari awal tahun

Keluarga Bintoro melayangkan gugatan pailit terhadap PT Sentul City Tbk (BKSL) ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) pada Jumat, 7 Agustus 2020 lalu. Anggota keluarga Bintoro yang termasuk menjadi pihak pemohon adalah Ang Andi Bintoro, Meilyana Bintoro, Jimmy Bintoro, Silviana Bintoro, Denny Bintoro, dan Linda Karnadi.

Baca Juga: Keluarga Bintoro Gugat Pailit Sentul City, BEI Langsung Bertindak

Sebagaimana yang terpampang dalam Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Jakpus, gugatan tersebut terdaftar dengan nomor perkara 35/Pdt.Sus-Pailit/2020/PN Niaga Jkt.Pst. Hingga Senin, 10 Agustus 2020, status perkara tersebut adalah penunjukan jurusita.

Berkenaan dengan kasus tersebut, Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspensi) saham BKSL terhitung mulai sesi I, Senin 10 Agustus 2020. Siapa sangka, lama sebelum disuspensi, saham BKSL menunjukkan pergerakan yang bikin miris bahkan sejak awal tahun 2020. 

Baca Juga: Sana-Sini Nendang, Rupiah Makin Siang Makin Malang!

Dilansir dari RTI, saham BKSL sudah tidak ada pergerakan sejak tiga bulan lalu. Jika ditarik lebih jauh lagi, saham BKSL terkontraksi hingga -20,63% dalam enam bulan terakhir. Lebih dalam lagi, secara year to date (ytd) harga saham BKSL bahkan sudah amblas hingga -41,18%. 

Saat ini, saham BKSL terhenti pada level Rp50 per saham, terlemah dalam kurun waktu lebih dari lima tahun terakhir. Angka tersebut jauh menurun jika dibandingkan dengan harga pada 1 Januari 2020 yang masih bertengger di level Rp83 per saham.

Level Rp80-an pun terbilang jauh di bawah harga saham BKSL pada saat IPO yang saat itu dibanderol sebesar Rp500 per saham. BKSL pertama kali bergabung menjadi perusahaan tercatat di BEI pada 28 Juli 1997.