Ekonomi Jabar Minus 5 Persen, BI Bilang Belum Resesi

Vicky - Daerah

Kamis, 06 Agustus 2020 18:13 WIB

ekonomi jabar minus 5 persen, bi bilang belum resesi

Meskipun pertumbuhan ekonomi pada semester II 2020 minus 5%, namun Jawa Barat belum bisa disebut mengalami resesi ekonomi.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Herawanto mengatakan Pemerintah daerah Jawa Barat dituntut mendukung sektor UMKM jika ingin pertumbuhan ekonomi positif. 

"Seperti diketahui, pada kuartal  II tahun ini pertumbuhan ekonomi di provinsi tersebut menurun 5%. Kalau sudab dua kuartal berturut-turut minus, baru definisi resesi. Ini baru satu kali. Moga-moga di kuartal III ini bisa positif," katanya kepada wartawan di Bandung, Kamis (5/8/2020).

Baca Juga: Bos BI Ajak Mahasiswa Adaptasi Digitalisasi Keuangan

Baca Juga: Pandemi Bikin Kredit Maybank Indonesia Menyusut 14,6%

Menurutnya, pemerintah harus meningkatkan aktivitas sektor UMKM jika kontraksi ekonomi tersebut tidak ingin kembali terjadi. Salah satu caranya dengan tidaj mengeluarkan kebijakan yang bisa memberatkan pelaku usaha di sektor tersebut.

"Jangan ada pengenaan retribusi pajak yang memberatkan dunia usaha untuk kembali bangkit. Ini kemungkinan harus ditunda atau dikurangi dulu," ungkapnya.

Selama ini pihaknya selalu memberi rekomendasi kepada pemerintah daerah agar perekonomian tetap tumbuh. Namun, pandemi virus korona yang saat ini terjadi memang tidak bisa dihindari.

Herawanto menjelaskan terdapat sekitar 1,5 juta pelaku usaha UMKM di Jawa Barat yang jika tumbuh dengan baik mampu memberi kontribusi signifikan terhadap perekonomian. "Ini jumlah paling banyak di Nusantara," katanya.

Meski selama ini perekonomian Jawa Barat bertumpu pada sektor manufaktur, menurut dia hal itu tidak terlihat akibat pandemi virus korona.

 "Kekuatan Jabar ada di sini (manufaktur). Tapi ini butuh waktu.  Yang bisa segera didorong adalah ekonomi kreatif, dan UMKM," katanya. 

Oleh karena itu,  sejalan dengan tugasnya dalam memelihara kestabilan harga melalui pengembangan ekonomi dan advisor kebijakan kepada pemerintah daerah, Bank Indonesia Jawa Barat secara aktif mengembangkan program UMKM, salah satunya UMKM yang berada di sektor ekonomi kreatif (Ekraf). Jawa Barat sebagai provinsi dengan  jumlah unit usaha ekraf terbesar di Indonesia, menurutnya menjadi potensi yang dapat terus dikembangkan.

"Ekraf Jawa Barat mampu menjadi salah satu pendorong percepatan pemulihan ekonomi yang terdampak pandemi, tidak hanya bagi perekonomian Jawa Barat, tapi juga nasional," katanya. 

Dengan begitu, dalam mewujudkan upaya tersebut diperlukan sinergi dan koordinasi antara berbagai pihak yang terkait.

"Salah satu wujud nyata sinergi pemerintah, Bank Indonesia dan perbankan Jawa Barat dalam upaya mendukung Ekraf Jawa Barat adalah melalui penyelenggaraan event Karya Kreatif Jawa Barat (KKJ). KKJ merupakan event nasional tahunan yang diselenggarakan atas kerjasama dan sinergi dari Pemerintah Provinsi, Bank Indonesia Jawa Barat, Dewan Kerajinan Nasional dan Daerah (Dekranasda) Jawa Barat, Otoritas Jasa Keuangan dan Perbankan," jelasnya.

KKJ merupakan upaya memperkenalkan dan mempromosikan pesona Jawa Barat dan produk kreatif premium dari UMKM terseleksi di Jawa Barat, serta upaya mendukung peningkatan ekspor Ekraf Jawa Barat. KKJ juga merupakan ajang untuk melakukan kurasi terhadap UMKM Jawa Barat yang akan mengikuti Event Nasional Karya Kreatif Indonesia (KKI).

"KKI sendiri merupakan Pameran dari seluruh Karya UMKM Unggulan Bank Indonesia. KKJ 2020 ini, merupakan event KKJ yang kedua kalinya sejak pertama kali diselenggarakan pada 2019," ujarnya.

Rangkaian KKJ 2020 akan dilaunching pada 11 Agustus 2020, dan digelar selama 5 hari penuh hingga 15 Agustus 2020. KKJ 2020 ini secara khusus mengangkat tenun sebagai salah satu karya seni khas Jawa Barat, sehingga mengusung tema “Menenun Asa, Menuju UMKM Tangguh dan Juara” dengan tagline “Creativity for Legacy”.

KKJ 2020 akan menampilkan 60 UMKM terpilih. Untuk mendukung proses transaksi secara non tunai, KKJ 2020 didukung oleh 6 perbankan, 3 perusahaan Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP), dan 3 marketplace. 

"Pada KKJ 2020 ini juga akan menampilkan 89 busana dari 11 fesyen desainer," pungkasnya.