Sudah Disuntik, Sri Mulyani Minta Korporasi Pede Jalankan Bisnis

Rosmayanti - Makro

Minggu, 02 Agustus 2020 13:25 WIB

sudah disuntik, sri mulyani minta korporasi pede jalankan bisnis

Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati berharap sektor dunia usaha bisa kembali bangkit dari dampak pandemi virus corona. Ia menilai mustahil ekonomi Indonesia pulih dengan cepat jika tidak ada peran sektor swasta dan korporasi.

"Meskipun kita melakukan berbagai kebijakan untuk pemulihan ekonomi, enggak mungkin (ekonomi) bisa cepat bangkit lagi tanpa sektor swasta korporasi juga bangkit kembali," kata Ani, sapaan akrab Sri Mulyani.

Dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), terang Ani, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp695,2 triliun. Ditambah dengan belanja kementerian/lembaga Rp836 triliun dan belanja lain-lain sehingga total belanja negara Rp2.739 triliun yang diharapkan bisa ikut menggerakkan perekonomian.

Baca Juga: Doa Jokowi: Semoga Belanja Pemerintah Selamatkan Ekonomi Kita

Baca Juga: Bamsoet Ingatkan Pecalang Soal Kunci Pemulihan Ekonomi Bali

Dirinya menambahkan, saat ini baik perbankan maupun korporasi sama-sama masih menahan diri untuk melakukan ekspansi bisnis.

Untuk itu, pemerintah mengambil inisiatif memberikan penjaminan kredit modal kerja bagi dunia usaha. Tujuannya, agar bank dan korporasi sama-sama percaya diri untuk kembali menjalankan bisnisnya.

Penjaminan kredit modal kerja yang diberikan kepada korporasi atau perusahaan totalnya mencapai Rp100 triliun hingga 2021.

"Kalau dua-duanya menunggu, enggak ada katalis, ekonomi berhenti. Mau pemerintah lakukan bagaimanapun, enggak akan bisa kalau enggak ada peran swasta karena APBN itu enggak lebih dari 16 persen dari total GDP kita," jelas dia.

Sementara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves), Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, penanganan corona yang baik di berbagai daerah bakal menjadi kunci pemulihan ekonomi.

"Kalau semua daerah mampu menekan angka Covid-19, maka ekonomi daerah akan kembali pulih sehingga minat investor semakin tinggi guna berinvestasi di daerah. Tentu golnya ekonomi pulih dengan cepat," kata Luhut.

Ia juga menyebut, keputusan pemerintah tidak menerapkan lockdown di berbagai daerah untuk menekan penyebaran corona juga sebagai upaya menghindari matinya ekonomi secara total.

"Ternyata keputusan untuk tidak lockdown itu sangat benar pada hari ini karena dengan demikian ekonomi kita tidak seluruhnya mati, tapi masih ada hidup," ujar Luhut.

Selain itu, Luhut menjelaskan pemerintah telah mengambil langkah-langkah yang komprehensif dalam penanganan corona dan semua sektor tertangani. Semua program bantuan maupun stimulus dilakukan dengan baik.

"Penanganan corona yang benar akan menstimulus ekonomi kita dengan benar. Jadi, semua negara di dunia mengalami masalah ini dan orang atau negara lain melihat juga bagaimana kita menangani corona," tutur Luhut.