Bangkrut! Banyak Hotel di Bali Diobral, Banting Harga Gede-Gedean

Lestari_ningsih - Properti

Selasa, 30 Juni 2020 11:10 WIB

bangkrut! banyak hotel di bali diobral, banting harga gede-gedean

Jatuhnya pariwisata Bali akibat pandemi Covid-19 membuat sejumlah pengusaha hotel dan resor kewalahan dalam memutar pendanaan. Tak ada wisatawan, tak ada pemasukan, sedangkan pengeluaran terus mengalir deras.

Dilansir dari South China Morning Post, para pemilik properti pun ramai-ramai menjual aset mereka dengan harga murah demi menghindari kerugian yang lebih besar. Terlebih lagi, kondisi pasar saat ini juga belum sepenuhnya. Di sisi lain, ramainya obral hotel dan resor bisa menjadi peluang tersendiri bagi investor untuk membeli properti dengan harga rendah. 

Baca Juga: Wow! Pengusaha China Makin Kaya Berkat Buku Berusia 1.800 Tahun!

Balangan Wave adalah salah satu resor yang tengah diobral besar-besaran. Michael Halim sebagai pengembang mengatakan bahwa ia memangkas harga penjualan atas resor yang memiliki 50 vila itu dari yang sebelumnya US$17 juta menjadi hanya US$9 juta.

"Di pasar saat ini, orang tidak bisa menghindari penjualan dengan kerugian. Bisnis tutup, ada masalah arus kas," imbuh Halim, dikutip pada Selasa (30/06/2020).  

Direktur Pelaksana Singapura Cosmopolitan Real Estate sebagai pihak yang menangani penjualan Balangan Wave, yakni Chandran VR, mengatakan bahwa ini adalah saat yang tepat untuk membeli properti tersebut.

Baca Juga: Saat Hotel Lain Tutup Sementara Akibat Corona, Startup Hunian Ini Malah Diguyur Suntikan Dana Baru

"Ini saat yang tepat untuk membeli. Bali akan bangkit kembali seperti semula. Ketika itu terjadi, harga akan melambung lagi," jelasnya.

Balangan Wave bukan satu-satunya resor yang terpaksa dijual dengan harga rendah. Perusahaan properti Indonesia, Galaxy Kuta, mencatat bahwa jumlah penginapan di Bali yang terdaftar untuk dijual angkanya melonjak hingga 30% lebih tinggi sejak pandemi menghantam pariwisata Pulau Dewata. 

Hal itu terjadi ketika hotel-hotel yang lebih kecil harus berjuang untuk dapat bertahan hidup. Sementara itu, pemain properti kelas atas, seperti Marriot International dan Hilton Worldwide Holdings bisa tetap bertahan karena memiliki kekuatan finansial yang mumpuni.

Di saat yang bersamaan, POP Hotel juga dikabarkan tengah mencari pemilik baru. Menawarkan lokasi yang strategis di wilayah Denpasar, hotel dengan 140 kamar ini dijual dengan harag US$7,7 juta. POP Hotel sendiri dikenal sebagai hotel yang ramah bagi para backpacker dengan biaya sewa kamar sebesar US$14 per malam.

"Hotel ini tidak memiliki pendapatan sama sekali dan tidak memiliki biaya untuk perawatan. Pemiliknya memutuskan untuk menjual daripada menghabiskan lebih banyak uang," kata seorang agen di Galaxy Kuta yang berbasis di Bali, Meirina Rajianto.