Jubir Penanganan Covid-19: 70% Kasus Covid-19 Ditandai Gejala Ringan

Puri_mei - Nasional

Senin, 22 Juni 2020 08:22 WIB

jubir penanganan covid-19: 70% kasus covid-19 ditandai gejala ringan

Hampir 70% kasus terkonfirmasi positif Covid-19 ditemukan dengan minim keluhan. Dengan kata lain, orang yang akhirnya diketahui terinfeksi virus corona itu mempersepsikan diri tidak terjangkit karena merasa apa yang dialami tidak masuk dalam radar gejala Covid-19.

"Misalnya, ya saya batuk tapi jarang-jarang, ya panas tapi tidak tinggi-tinggi banget, jadi aku nggak sakit," kata Juru Bicara Gugus Tugas Nasional Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, dalam diskusi di Media Center Graha BNPB Jakarta, Minggu (21/6/2020).

Baca Juga: Sulsel Susul Jatim untuk Kasus Penambahan Positif Corona

Menurut Yurianto, keluhan yang minim tersebut tidak boleh dianggap remeh. Dengan menganggap apa yang dialami ringan lalu tidak menahan diri untuk beraktivitas normal alias tidak melakuan isolasi mandiri, seseorang tersebut berpotensi menjadi penyebab penularan, khususnya kepada kelompok yang lebih rentan, bila ternyata memang positif. "Itu yang harus diperhatikan," tambah Yuri.

Memang, Yuri mengakui bahwa untuk mengonfirmasi seseorang positif atau tidak membutuhkan proses yang tidak sederhana. Uji sampel yang direkomendasikan WHO yaitu pemeriksaan antigen menggunakan real time Polymerase Chain Reaction (PCR) atau Tes Cepat Molekuler (TCM).

PCR pun bisa membutuhkan satu sampai tiga spesimen yang diambil dari sampel swab. "Ada satu orang dengan tiga spesimen, dengan dua spesimen," ungkap Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan itu.

Hasil uji spesimen akan diverifikasi untuk memastikan kasus baru atau kasus lanjutan. Dari verifikasi tersebut, kata Yuri, kemudian akan diberi nomor registrasi dan dilaporkan ke WHO sekaligus sebagai acuan titik tracing.