Gegara Wabah, Tata Kerja ASN Dipenuhi Sistem Digital

Tanayastri - Nasional

Sabtu, 30 Mei 2020 09:11 WIB

gegara wabah, tata kerja asn dipenuhi sistem digital

Berbagai profesi terdampak wabah COVID-19, baik swasta maupun pemerintahan. Begitu pula dengan profesi aparatur sipil negara (ASN) di sejumlah layanan yang mulai bekerja dengan cara kerja baru melalui penerapan kerja dari rumah atau work from home (WFH).

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana mengatakan, dengan menerapkan sistem WFH, proses bisnis kerja ASN di lingkungan Badan Kepegawaian Negara (BKN) secara otomatis didominasi oleh pelayanan digital.

“Di awal penerapan WFH, BKN memberlakukan 90 persen pegawai WFH dan 10 persen bekerja di kantor. Selain itu, seluruh pengurusan pelayanan kepegawaian juga diselesaikan dengan basis digital,” tutur Bima melalui keterangan tertulis, Jumat (29/5/2020).

Baca Juga: DPR Yakin New Normal Dapat Berjalan Baik dalam Waktu Dekat, Dasarnya Apa?

Baca Juga: 15 Daerah di Jawa Barat Ini Fiks Mau Terapkan New Normal, di Mana Saja?

Selama penerapan WFH, sejumlah bidang layanan di BKN juga melakukan ragam terobosan. Penilaian kompetensi daring (Assessment Center Online), seleksi calon Jabatan Pimpinan Tinggi dengan metode CAT online, penerapan tanda tangan digital (digital signature/DS) untuk dokumen kepegawaian, pemberlakuan My SAPK 2.0 yang dapat diakses lewat telepon seluler yang mempermudah ASN memantau kepengurusan usulan kenaikan pangkat dan pensiun.

Di samping itu, proses komunikasi dan koordinasi kerja di internal BKN maupun dengan pemangku kepentingan (stakeholders) yang dilakukan secara virtual berdampak pada efektivitas dan efisiensi kerja.

Mulai dari koordinasi virtual yang dapat dijangkau pegawai di manapun berada, penyelesaian kerja dapat dilakukan dari masing-masing lokasi pegawai, hingga kecepatan penyelesaian ribuan dokumen kepegawaian dengan DS.

Melalui adaptasi cara kerja baru selama pandemi, lanjut Bima, BKN selaku instansi pembina manajemen kepegawaian akan mulai menerapkan sistem digital pada seluruh proses bisnis pelayanan di BKN.

“Kita harus secara serius dan radikal mencoba mengubah sebanyak mungkin proses bisnis menjadi digital. Dengan begitu, BKN akan menjadi role model perubahan organisasi ke depan. We aim for number one,” tuturnya.