Peringatan Keras Prabowo: Mau Taklukkan Corona, Jangan Saling Menyalahkan!

Rosmayanti - Politik

Jum'at, 24 April 2020 08:13 WIB

peringatan keras prabowo: mau taklukkan corona, jangan saling menyalahkan!

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto mengajak semua elemen masyarakat untuk saling menguatkan dan membantu dalam menghadapi pencegahan penyebaran wabah Covid-19 di Indonesia. Menurut dia, jangan dalam kondisi risau seperti ini malah saling menyalahkan.

Menteri Pertahanan ini mengatakan negara Indonesia dan belahan negara dunia lainnya, sekarang berada di tengah suatu bencana pandemi Covid-19, yaitu suatu virus yang cukup membahayakan. Maka, di tengah kondisi yang merisaukan dan berbahaya ini justru malah saling mencari kesalahan.

Baca Juga: Terenyuh Dengar Pidato Prabowo, Andi Arief: Air Mata Tumpah 7 Liter

"Kita pasti sebagai manusia membuat kesalahan. Kita harus saling mengisi kekurangan masing-masing, kita harus saling memperbaiki kalau ada di antara kita kurang atau salah, bukan kita caci maki, bukan kita marah-marah, bukan kita mengejek," kata Prabowo lewat Facebook yang dikutip, Kamis (23/4/2020).

Dalam keadaan yang merisaukan ini, kata Prabowo, bukan berarti harus putus semangat, apalagi putus asa. Namun, keadaan yang merisaukan ini justru dibutuhkan semangat, ketegaran, keberanian dan yang paling utama adalah rasa persaudaraan serta rasa persatuan.

"Kita harus kompak, kita harus saling mendukung, terutama kita harus percaya dan mendukung unsur-unsur pimpinan kita semuanya," ujarnya.

Karena itu, Prabowo mengingatkan kader-kader Partai Gerindra harus dewasa dan sebagai patriot yang militan perlu memberi contoh. Justru, saat ini semua elemen harusnya bersatu dan percaya pada pimpinan negara serta pimpinan partai.

"Jika kita ingin memenangkan pertarungan melawan wabah virus Covid-19 ini, saya meminta kepada saudara-saudara agar mengikuti semua arahan, saran, dan petunjuk yang diberikan oleh pemerintah, baik pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kota/kabupaten, pemerintah kecamatan, dan desa," katanya.