Berkat BCA, BRI, dan Mandiri, Pasar Modal Bagai Ketiban Durian Runtuh!

Lestari_ningsih - Bursa

Kamis, 26 Maret 2020 09:38 WIB

berkat bca, bri, dan mandiri, pasar modal bagai ketiban durian runtuh!

Bagai ketiban durian runtuh, pasar modal mendapat keberuntungan besar pada perdagangan bursa, Kamis (26/03/2020). Bagaimana tidak, di saat bursa regional terbakar hebat, pasar modal domestik justru bergerak ekspansif ke Utara hingga terapresiasi lebih dari 5%.

Tentu saja, hal itu terjadi karena ada campur tangan investor. Setelah beberapa waktu terakhir menjauh, baik investor asing maupun domestik perlahan mulai kembali. Kembalinya investor membuat pasar modal diguyur dana segar hingga Rp238,63 miliar dalam waktu kurang dari 30 menit usai perdagangan. 

Baca Juga: Sungguh Tega! BRI, BNI, dan Telkom Dikuras Habis Sampai Kehilangan Ratusan Miliar Rupiah!

Sebagian besar dana tersebut disuntikkan investor melalui saham-saham perbankan papan atas, seperti saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Ketiga saham itu tengah bertengger di posisi tiga teratas sebagai saham paling banyak diburu asing pada pagi ini.

Dilansir dari RTI, saham BCA mendapat suntikan dana hingga Rp140,4 miliar sehingga terapresiasi setinggi 14,89% ke level Rp25.850 per saham. Tentu saja ini dipengaruhi oleh harga saham BCA yang sudah sangat murah dengan terdiskon -19,47% dalam sebulan.

Baca Juga: Daftar 10 Saham yang Paling Diburu, Kimia Farma dan Indofarma Unjuk Gigi

Sejalan dengan BCA, saham BRI berada di posisi kedua dengan akumulasi beli senilai Rp96,9 miliar dan apresiasi saham sebesar 9,84% ke level Rp2.680 per saham. Asal tahu saja, diskon saham BRI tidak kalah hebat dari BCA, di mana dalam sebulan terakhir saham BRI melemah hingga -40,18%.

Kemudian, saham Bank Mandiri berada di posisi ketiga dengan capaian net buy sebesar Rp77,9 miliar dan penguatan saham sebesar 9,59% ke level Rp4.230 per saham. Lebih dalam daripada BRI, saham Bank Mandiri tercatat mengalami depresiasi sedalam -44,21% dalam sebulan terakhir.