Pelanggaran Data Pengguna Terjadi Lagi, Kali Ini Menimpa Situs . . . di Inggris

Tanayastri - Digital Economy

Rabu, 26 Februari 2020 20:29 WIB

pelanggaran data pengguna terjadi lagi, kali ini menimpa situs . . . di inggris

Sejumlah informasi rahasia keuangan Inggris mendadak tersedia untuk publik karena kesalahan Financial Conduct Authority (FCA), menurut Badan Pengawas Keuangan Inggris.

Untuk itu, lembaga pengawasan itu menegur FCA, karena informasi-informasi yang mestinya bersifat rahasia, seperti nama orang yang telah mengajukan keluhan ke FCA pada 2018 dan 2019.

"Publikasi informasi itu adalah kesalhaan FCA," kata BPK Inggris, dilansir dari Reuters, Rabu (26/2/2020).

Baca Juga: Bocor! Samsung Tak Sengaja Bocorkan Data Pengguna, di Negeri Ratu Elizabeth Pula

Syukurnya, informasi sensitif lain yang berkaitan dengan keuangan dan informasi pribadi lainnya tidak terdampak.

"Tak ada informasi keuangan, kartu pembayaran, paspor, atau informasi soal identitas lain yang dapat diakses," kata BPK Inggris.

FCA pun mengaku telah menghapus data yang relevan dari sitsnya, kemudian mengklaim telah menggelar peninjauan penuh guna mengidentifikasi sejauh mana informasi dapat diakses.