Kalah Jauh dari Prabowo, Mbak Puan Jawab Sinis

Rosmayanti - Politik

Selasa, 25 Februari 2020 15:23 WIB

kalah jauh dari prabowo, mbak puan jawab sinis

Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Puan Maharani menilai wajar jika berdasarkan hasil survei. elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto tinggi dan dianggap berpotensi di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang. Sebab, Prabowo sudah berkali-kali ikut kontestasi Pilpres.

"Ya kan apa pun Pak Prabowo itu sudah berkali-kali ikut kontestasi. Jadi kalau rakyat mengenal, ya pastinya iya. Karena ikut terus di dalam kontestasi nasional," kata Puan di Jakarta, Selasa (24/2/2020).

Puan menekankan kontestasi Pilpres 2024 masih lama. Apalagi, sekarang Ketua DPR itu berkata baru memasuki 2020. "Tapi ini masih 2020, nanti kita lihat lagi 2024," ungkap Puan.

Baca Juga: Elektabilitas Prabowo Tertinggi, Golkar: Belande Masih Jauh!

Diketahui, berdasarkan survei Politika Research and Consulting (PRC) dan Parameter Politik Indonesia (PPI), serta survei Indo Barometer menyebutkan elektabilitas Prabowo sebagai tertinggi.

Dari hasil survei PRC dan PPI, elektabilitas Prabowo dan Sandiaga Uno menempati urutan teratas jika dicalonkan sebagai presiden pada hari ini (waktu survei dilakukan). Prabowo mendapat suara sebanyak 17,3 persen, sedangkan Sandiaga Uno 9,1 persen.

Sementara Indo Barometer, Prabowo menjadi calon presiden (capres) terkuat dengan elektabilitas 22,5 persen dibuntuti Anies Baswedan 14,3 persen, dan Sandiaga 8,1 persen.

Baca Juga: Elektabilitas Anies Surut, PKS: Ini Sinyal, Benci Tipis antara Benar-benar Cinta

Lalu, masih berdasarkan survei PRC dan PPI, elektablitas Puan Maharani masih berada di bawah dua persen. Hasil itu didapatkan dengan tidak memasukan Prabowo Subianto sebagai kandidat di 2024.

Jika memasukan nama Prabowo maka tingkat keterpilihan Puan Maharani semakin menciut ke angka 0,5 persen. Ketua DPR itu kalah jauh dari politikus PDIP lainnya Ganjar Pranowo dan Tri Rismaharini dengan elektabilitas masing 8,8 persen serta 2,6 persen.