Jadi Dirut Telkomsel, Setyanto Hantoro Harus Tancap Gas

Puri_mei - Digital Economy

Selasa, 14 Januari 2020 20:15 WIB

jadi dirut telkomsel, setyanto hantoro harus tancap gas

Nama Setyanto Hantoro sedang naik daun. Dialah yang kini memegang jabatan Dirut Telkomsel yang baru. Perusahaan telco yang pendapatan usahanya paling tajir di Indonesia.

Setyanto ditetapkan sebagai Dirut Telkomsel pada rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang digelar Jumat (10/1/2020). Penunjukannya baru diumumkan tiga hari kemudian, yakni pada Senin. Ia menggantikan Emma Sri Martini yang kini menjadi Direktur Keuangan Pertamina.

Baca Juga: Baru 3 Bulan Pimpin Telkom Metra, Begini Pengalaman Setyanto Hantoro Sebelum Jadi Dirut Telkomsel!

VP Corcomm Telkomsel, Denny Abidin mengatakan, pengangkatan Setyanto Hantoro sejalan dengan strategi perusahaan ke depan.

"Pengangkatan Dirut dan Direktur Network Telkomsel yang baru dilakukan sejalan dengan strategi perusahaan dalam melanjutkan transformasi perusahaan menjadi telco digital company yang siap mengakselerasi negeri dengan menghadirkan pemanfaatan teknologi hingga penjuru negeri," kata Denny, dikutip dari Detik, Senin.

Menurut mantan Dirut Telkom, Garuda Sugarda, dalam tulisannya di media sosial Facebook, Selasa, nama Setyanto sudah terdengar dalam bursa pencalonan pimpinan Telkomsel sejak Desember lalu. Namun, publik baru mengetahui kepastian mengenai kabar penunjukan Setyanto setelah Corcomm Telkomsel mengumumkannya.

Setyanto adalah alumnus STT Telkom angkatan 1991 yang lulus pada 1995. Perguruan tinggi di Bandung yang berada di bawah naungan Telkom. Menurut Garuda, Dirut Telkom Cacuk Sudarijanto yang menggagas berdirinya sekolah ini. Telkomsel sendiri merupakan telco terbesar dan terluas di Indonesia. Pendapatan usahanya disebut Garuda paling besar di antara operator telekomunikasi Tanah Air.

"Bahkan, Telkom sebagai induknya maaf 'gak ada papanya' dibandingkan Telkomsel. 80 prosen revenue Telkom Group adalah kontribusi dari Telkomsel," kata Garuda. Tahun ini, revenue Telkomsel diprediksi melampaui Rp100 triliun.

Garuda berharap Setyanto langsung tancap gas, apalagi teknologi 5G sudah dimulai di Indonesia. Ia diharapkan memimpin Telkomsel secara disruptif. Tidak hanya menjalankan program transformasi, tetapi juga perubahan dan pembaharuan secara mendasar.

"Dia harus tancap gas dan lari kencang meninggalkan kompetitornya. Venus diyakini memiliki kemampuan enjiring tekno seluler yang berlipat kali dibandingkan pendahulunya. Warrior di Telkomsel pun, integritas dan keandalannya teruji. 2020 adalah tahun pembuktian kehebatan bagi Telkomsel," kata Garuda.

Di era digital ini, gerakan telco sector reform dibutuhkan. Sekarang sudah masuk reformasi jilid tiga, yaitu menata dan membangun pilar-pilar baru telco Indonesia yang efisien dan produktif. Ada telco berorientasi pada fixed dan ada yang mobile; gerak konsolidasi berbasis pada ekonomi kreatif, internet of things, dan transformasi digital.

Menurut Garuda, Menteri BUMN Erick Thohir akan senang dengan gerakan telco sector reform. Anak-anak perusahaan BUMN harus dihimpun agar sehat. Bisnis andalan tidak campur aduk dengan bisnis ikutan.

"Telkomsel harus diberi jalan untuk membuka cakrawala wawasan yang jauh ke depan. Suatu hari ia sangat pantas menjadi perusahaan publik Tbk dan mandiri. Setelahnya, bermimpi 'rada gila', kelak menjadi BUMN," kata Garuda.

Menurut Garuda, momentum industri 4.0 adalah saat tepat untuk melakukan aksi konsolidasi industri seluler. "Telkom yang selalu berpikir reformis ditantang untuk terus berkembang, industri lari kencang, masyarakat senang, dan Indonesia maju gemilang," katanya.