Tingkatkan Kerja Sama, ASEAN Manfaatkan Konsultasi dengan Negara Mitra Strategis

Kumairoh - ASEAN

Kamis, 12 September 2019 20:53 WIB

tingkatkan kerja sama, asean manfaatkan konsultasi dengan negara mitra strategis

Mengakhiri rangkaian Pertemuan Menteri Ekonomi ASEAN (AEM) ke-51, AEM melaksanakan pertemuan konsultasi dengan Rusia, India, dan Kanada. AEM juga melaksanakan pertemuan konsultasi dengan mitra kerja sama ekonomi kawasan, yaitu dengan mitra ASEAN Plus 3 (China, Jepang dan Korea) dan East Asia Summit (ASEAN, China, Jepang, Korea, Australian, Selandia Baru, Amerika Serikat dan Rusia), di Bangkok, Thailand, Selasa (10/9/2019).

Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita yang memimpin Delegasi Indonesia pada pertemuan itu menekankan strategisnya dan besarnya potensi pengembangan ekonomi bagi Indonesia apabila mampu memanfaatkan kerja sama ekonomi dengan para mitra tersebut.

“Konsultasi ini sangat penting untuk memastikan bahwa upaya peningkatan kerja sama ekonomi dengan para mitra tersebut semakin dapat dirasakan manfaatnya untuk meningkatkan kinerja perdagangan dan investasi di baik di kawasan ASEAN maupun secara regional dengan para mitra tersebut,” ujar Mendag.

Baca Juga: ASEAN Genjot Peningkatan Kerja Sama Ekonomi dengan Sejumlah Negara Mitra

Selain sesi konsultasi antar pemerintah, juga dilakukan dialog antara pemerintah dengan pelaku bisnis, dalam hal ini dunia usaha yang tergabung dalam East Asia Business Council (EABC). EABC bersama dengan AEM dan dan Mitra Plus 3 membahas upaya-upaya peningkatan fasilitasi perdagangan dan pengembangan konektivitas rantai pasok regional maupun global (supply chain connectivity).

Pada sesi makan siang, para Menteri Ekonomi yang tergabung dalam East Asia Summit (EAS) juga bertukar pikiran mengenai situasi perekonomian dunia di tengah-tengah “perang dagang” dan upaya untuk menghindari dampak lanjutannya di kawasan EAS, termasuk pemikiran mendorong implementasi ASEAN Outlook on Indo-Pacific.

“Pada kesempatan ini kami saling bertukar pikiran dan membahas pemanfaatan revolusi digital guna meningkatkan fasilitasi perdagangan di kawasan. Selain itu, juga meningkatkan potensi area kerja sama EAS yang dapat dikembangkan dari ASEAN Outlook on Indo Pacific yang telah disahkan Kepala Negara/Pemerintahan ASEAN pada KTT ASEAN ke-34,” ungkap Mendag.

Pada Pertemuan Konsultasi dengan Rusia, para Menteri Ekonomi kedua belah pihak membahas implementasi berbagai kerja sama perdagangan dan investasi, dari fasilitasi perdagangan dan investasi, UMKM, hingga penguatan ekonomi perempuan, serta upaya-upaya ke depan untuk terus meningkatkan potensi perdagangan bilateral ASEAN dan Rusia yang nilainya mencapai US$19,8 miliar pada 2018 (tumbuh 18 persen).

Baca Juga: Kemendag Musnahkan Barang Impor Ilegal di Semarang

Para Menteri juga bertemu dengan ASEAN Business Advisory Council (ABAC) dan Russia-ASEAN Business Council dan meminta agar kedua organisasi tersebut dapat secara aktif mendorong pelaksanaan misi dagang secara regular dan dialog antara pelaku usaha, seperti yang dilakukan dalam International Economic Forum pada 6--8 Juni 2019 di St. Petersburg dan Eastern Economic Forum pada 4--6 September 2019 di Vladivostok.

Dalam upaya meningkatkan akses pasar barang dan memfasilitasi perdagangan dengan India
sebagai salah satu mitra ASEAN yang telah memiliki Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA), para
Menteri Ekonomi ASEAN dan India menyepakati rencana upgrading Perjanjian Perdagangan
Barang ASEAN-India FTA (AIFTA) pada 2020 setelah perundingan RCEP selesai.

Pertemuan konsultasi Menteri Ekonomi ASEAN dengan Kanada merupakan agenda terakhir dari rangakaian pertemuan AEM ke-51. Para Menteri membahas potensi dan kemungkinan ASEAN dan Kanada mengembangkan kerja sama FTA pada masa yang tidak terlalu lama. Untuk itu, SEOMCanada Consultation pada tahun 2020 akan mempelajari kemungkinan tersebut.

“Berdasarkan laporan dan rekomendasi dari SEOM-Canada tersebut, para Menteri akan
memutuskan apakah hubungan kedua Pihak di tingkatkan ke tahap FTA,” tutup Mendag.