Torajamelo Pamerkan Produk Tenun Terbaik Nusantara di Asian Textiles Exhibiton

Kumairoh - Entrepreneur

Jum'at, 10 Agustus 2018 18:22 WIB

torajamelo pamerkan produk tenun terbaik nusantara di asian textiles exhibiton

Berdasarkan data Bank Dunia tahun 2017, Indonesia yang merupakan negara padat penduduk dengan populasi sekitar 252 juta jiwa, memiliki lebih dari 28 juta jiwa yang masih hidup di bawah garis kemiskinan. Sebanyak 11,2% diantaranya berpenghasilan kurang dari Rp25.000 (US$2) per hari dan sebagian besar bermukim di wilayah pedesaan.

Adapun angka kemiskinan di pedesaan mencapai sekitar 13,8% sementara di perkotaan jauh lebih kecil yaitu 8,2%. Menurut data statistik pula sekitar 70% penduduk miskin adalah perempuan. Banyak di antara mereka kemudian memilih untuk bekerja di Iuar negeri sebagai pembantu rumah tangga untuk membantu keuangan keluarga mereka. Banyak pula diantara para tenaga kerja perempuan ini mengalami berbagai tindakan kekerasan sehingga kembali lagi ke Tanah Air.

Angka kemiskinan yang miris dan didominasi oleh kaum perempuan ini, menggerakkan Torajamelo untuk turut berperan aktif dalam mengatasi kemiskinan dan kekerasan yang mereka alami. Torajamelo adalah komunitas yang peduli dengan seni dan budaya, khususnya dalam bidang tenun, dan memiliki tujuan serta visi untuk memberikan kehidupan yang lebih baik bagi para perempuan penenun, sekaligus melestarikan dan meremajakan seni budaya tekstil tenunan tangan Indonesia.

Untuk itu, dalam ajang Asian Textiles Exhibition atau Pameran Wastra Asia, yang diselenggarakan di Museum Tekstil Jakarta selama sebulan penuh, mulai dari tanggal 9 Agustus hingga 9 September 2018 mendatang, sebagai bagian dari rangkaian acara menyambut Asian Games 2018, Torajamelo turut menghadirkan koleksi kain tenun bertajuk ‘Menenun Cerita lndonesia'.

Pameran Wastra Asia ini mengusung tema ‘Share Roots, Diverse Growth, Celebrating Asia’s Textiles Traditions dan diselenggarakan oleh Pemerintah Kota DKl Jakarta dengan mitra penyelenggara Torajamelo dan Wastra Indonesia. Di ajang ini, Torajamelo menampilkan koleksi kain @911 karya para perempuan penenun dari Toraja dan Mamasa, Sulawesi dan Adonara dan Lembata, Nusa Tenggara Timur.

Pada koleksi terbarunya, Torajamelo menampilkan inovasi kain tenun dengan warna yang lebih kekinian serta bahan yang lebih popular, sehingga kain tenun semakin digemari oleh masyarakat umum, khususnya pecinta kain tradisional. Koleksi kain tenun Torajamelo yang ditampilkan bukan hanya dalam wujud kain, tetapi juga busana trendy yang dibuat dari tenun, aksesoris serta cinderamata berkualitas.

Tidak hanya kain tradisional dari Indonesia saja, ajang ini juga menampilkan berbagai kain dari negara-negara Asia lainnya. Meskipun terdapat keragaman bangsa dan budaya di benua Asia, namun terdapat banyak kesamaan yang mengkaitkan beberapa bangsa satu sama lain. Salah satunya yang menjadi benang merah budaya di Asia adalah seni tenun. Keterlibatan Torajamelo di ajang ini pun semakin menegaskan posisinya sebagai saIah satu wajah untuk kain tenun kebanggaan Indonesia.

Dalam konferensi pers yang digelar hari ini, Jumat (10/8/2018) di Museum Tekstil, Jakarta, Dinny Jusuf, Pendiri Torajamelo, mengungkapkan, ”Kami tentunya bangga terlibat menjadi pendukung dalam ajang Asian Textiles Exhibition atau Pameran Wastra Asia ini. Ajang ini merupakan pameran prestisius, yang menampilkan tak hanya kain tradisionaI Nusantara saja tetapi juga kain-kain tradisional dari negara-negara Asia lain."

Bagi Dinny, ajang ini juga menjadi showcase bagi karya-karya pengrajin daerah yang buah karyanya dianggap layak untuk ditampilkan pada ajang pameran tingkat Asia.

"Sehingga ini tentunya akan meningkatkan kepercayaan diri para pengrajin, khususnya penenun, untuk berinovasi dengan corak, warna, desain hingga material yang lebih kekinian. Harapan kami, kain tenun asli bukan pabrikan dapat semakin dicintai oleh masyarakat Indonesia khususnya dan menjadi warisan budaya Bangsa yang patut di lestarikan," kata Dinny.