Tahun Politik Bikin Bisnis Properti Lesu

Ferry_hidayat - Properti

Sabtu, 30 Juni 2018 07:43 WIB

tahun politik bikin bisnis properti lesu

Transaksi properti berupa rumah, ruko dan apartemen yang harganya melampaui Rp1 miliar per unit di Bekasi, Jawa Barat, lesu pada tahun politik 2018, kata Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (Arebi).

Mayoritas konsumen properti di atas harga Rp1 miliar adalah investor, dan hingga pertengahan 2018 mereka masih memetakan untung-rugi berbisnis properti di sini, kata Ketua DPC Arebi Bekasi, Yohan Yan, di Bekasi, Jumat.

Berbeda dengan kondisi properti yang berharga di atas Rp1 miliar, pasar rumah tapak di bawah Rp1 miliar cukup bergairah.

"Permintaan jenis properti ini di Bekasi cukup tinggi," katanya.

Perusahaan pengembang di Bekasi sebagan besar berbisnis properti di segmen harga antara Rp250 juta hingga Rp500 juta per unit.

"Tak hanya pengembang kecil, pengembang besar seperti ISPI Group juga menggarap pangsa rumah tapak. Bekasi itu pasar 'landed house'. Permintaan dari 'end user' di segmen pasr itu sangat tinggi, katanya.

Berbeda halnya dengan wilayah Jakarta, kata dia, penjualan properti dengan harga di atas Rp1 miliar cukup bagus pada tahun 2018.

Ia menambahkan, penjualan properti dengan harga di atas Rp1 miliar di Bekasi diprediksi akan mulai bangkit pada semester kedua 2018.

 "Tentunya dengan adanya kebijakan-kebijakan yang memihak pada bisnis properti," katanya.