Intiland Kantongi Rp373,3 M dari Penjualan Rumah

Fauziah_hidayah - Bursa

Kamis, 17 Mei 2018 19:13 WIB

intiland kantongi rp373,3 m dari penjualan rumah

PT Intiland Development Tbk (DILD), emiten pengembang properti ini menyatakan bahwa pada tiga bulan pertama tahun ini berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp709,2 miliar, melonjak sebesar Rp310 miliar atau 78% dibandingkan perolehan periode yang sama tahun 2017 yang mencapai Rp398,7 miliar.

Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland, Archied Noto Pradono, mengungkapkan bahwa lonjakan pendapatan usaha perseroan terutama berasal dari peningkatan pengakuan pendapatan dari segmen pengembangan kawasan perumahan. Kontribusi peningaktan bersumber dari pengakuan penjualan unit-unit rumah di kawasan perumahan yakni Graha Natura di Surabaya dan Serenia Hills di Jakarta Selatan.

"Awal tahun ini menjadi momentum yang baik bagi pertumbuahan sektor properti. Meskipun konsumen dan pasar masih cenderung mengambil sikap wait and see, tapi kami yakin tahun ini kondisinya akan membaik. Kebutuhan pasar terhadap produk properti yang bagus akan tetap ada, baik untuk tujuan investasi maupun yang digunakan sendiri," kata Archied dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (17/5/2018).

Ia mengungkapkan jika ditinjau berdasarkan segmen pengembangannya, kawasan perumahan menjadi kontributor pendapatan usaha terbesar pada triwulan pertama 2018 yang mencapai Rp373,3 miliar atau sebesar 53% dari keseluruhan. Pencapaian ini melonjak 672% dibandingkan perolehan pariode yang sama tahun 2017 yang mencapai Rp48,3 miliar.

Kontribusi terbesar berikutnya berasal dari segmen pengembangan mixed use & high rise yang tercatat mencapai Rp197,4 miliar atau 28% dari keseluruhan. Jumlah tersebut meningkat Rp38,8 miliar atau 24% dari pencapaian triwulan I 2018 sebesar Rp158,6 miliar.

Segmen properti investasi yang merupakan sumber pendapatan berkelanjutan (recurring income) Perseroan memberikan kontribusi sebesar 19% atau senilai Rp138,5 miliar. Dibandingkan perolehan triwulan I tahun lalu yang tercatat mencapai Rp100,7 miliar, kontribusi dari segmen ini mengalami peningkatan sebesar 37,6%.

Meningkatnya kontribusi recurring income, menurut Archied, terutama disebabkan naiknya pendapatan usaha dari perkantoran sewa, kawasan industri, serta pengelolaan sarana dan prasarana. Pendapatan usaha dari pengelolaan sarana dan prasaran tercatat mencapai Rp71,3 miliar atau naik 64% dibandingkan periode yang sama tahun 2017.

"Kinerja penjualan Intiland di triwulan pertama tahun ini cukup bagus dengan membukukan marketing sales Rp966 miliar. Namun, hasil penjualan tersebut, khususnya dari segmen mixed use & high rise belum bisa dibukukan sebagai pendapatan usaha karena menunggu progres pembangunan," kata Archied lebih lanjut.

Sepanjang triwulan I tahun ini, Perseroan juga berhasil mempertahankan kinerja profitabilitas dengan baik. Perseroan mencatatkan perolehan laba kotor sebesar Rp283,5 miliar dan laba usaha mencapai Rp137,8 miliar. Jumlah tersebut meningkat masing-masing sebesar 65% dan 166% dibandingkan perolehan triwulan I 2017.