IPC Jalin Sinergi dengan Sejumlah BUMN

Fauziah_hidayah - Transportasi

Kamis, 17 Mei 2018 19:05 WIB

ipc jalin sinergi dengan sejumlah bumn

PT Pelabuhan Indoesia II (Persero) atau IPC dengan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk menandatangani Kesepakatan Bersama atau Memorandum of Understanding (MoU) tentang Rencana Kerja Sama Pemanfaatan Lahan dan Kegiatan Pelayanan Jasa Kepelabuhanan. Dalam acara tersebut, IPC diwakili langsung oleh Direktur Utama Elvyn G. Masassya, dan Semen Indonesia diwakili Hendi Prio Santoso.

Elvyn menjelaskan, penandatanganan MoU antara IPC dan Semen Indonesia ini terkait sejumlah ruang lingkup meliputi pemanfaatan produk semen dan nonsemen dari Semen Indonesia dalam kegiatan pembangunan atau pengembangan pelabuhan di lingkungan IPC seperti kegiatan distribusi, logistik, dan bongkar muat produk semen atau nonsemen dari Semen Indonesia; pelayanan pemanduan dan penundaan kapal; serta pelayanan barang oleh IPC di Tersus/TUKS milik Semen Indonesia di lingkungan IPC.

MoU ini bertujuan untuk membangun kemitraan dan Sinergi BUMN dengan prinsip saiing menguntungkan dalam memanfaatkan potensi yang dimiliki masing-masing pihak yang didasarkan pada prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate government).

Elvyn melanjutkan bahwa kerja sama ini akan meniadi sinergi bisnis BUMN yang menguntungkan antara BUMN Semen dan BUMN Pelabuhan.

"Semen Indonesia dan IPC memiliki kemampuan dan fungsi yang dapat ditingkatkan untuk berperan serta dalam kerja sama pemanfaatan lahan dan pelayanan jasa kepelabuhanan. Kami berharap dengan adanya MoU ini dapat meningkatkan potensi bisnis yang dimiliki kedua belah plhak," jelas Elvyn dalam acara yang berlangsung di Kementerian BUMN dan dihadiri Menteri Rini Soemarno, Kamis (17/5/2018).

Dalam kesempatan yang sama, IPC juga menandatangani Perjanjian Kerja Sama tentang Pengembangan Pelabuhan Kijing dengan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.

Terminal Kijing sendiri akan dikembangkan sebagai pelabuhan laut dalam yang mampu mengakomodasi potensi hinterland dan kapal berukuran besar. Pada pembangunan tahap pertama, IPC akan membangun empat terminal, yakni terminal multipurpose, terminal curah cair, terminal peti kemas, dan terminal curah kering.

Kapasitas terminal peti kemas diproyeksi mencapai 1 juta TEUs, sedangkan untuk curah cair dan curah kering masing-masing 8,3 juta ton dan 15 juta ton, serta untuk kapasitas terminal multipurpose pada tahap pertama diproyeksikan mencapai 500 ribu ton per tahun.

"Pengembangan Terminal Kijing akan terintegrasi dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sehingga dapat menjadi pusat industri pengolahan bahan baku, baik untuk kebutuhan domestik maupun ekspor," pungkasnya.