Korsel Bujuk Korea Utara Kembali Lakukan Pembicaraan Antar-Korea

Yudi_suprobo - Asia Pasifik

Kamis, 17 Mei 2018 16:04 WIB

korsel bujuk korea utara kembali lakukan pembicaraan antar-korea

Korea Selatan berencana untuk melanjutkan konsultasi dengan Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK) untuk memulai kembali pembicaraan antar-Korea tingkat tinggi dengan cepat, Blue House Korea Selatan mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Kamis (17/5/2018)..

Rapat komite tetap Dewan Keamanan Nasional (NSC) dari Blue House yang diketuai oleh Chung Eui-yong, penasihat keamanan utama untuk Presiden Moon Jae-in, untuk membahas tindakan penanggulangan penangguhan DPRK terhadap dialog tingkat senior antar-Korea.

Seoul dan Pyongyang telah setuju untuk mengadakan pembicaraan tingkat tinggi pada Rabu (15/5/2018) di desa perbatasan Panmunjom, tetapi DPRK membatalkan pertemuan dalam sebuah pengumuman sebelum fajar yang dilakukan oleh media negara, mengutip latihan tempur udara bersama yang sedang berlangsung yang dilakukan oleh Korea Selatan dan Amerika Serikat.

Latihan udara "Max Thunder" selama dua Minggu, yang dimulai Minggu lalu, dilaporkan memobilisasi sekitar 100 pesawat termasuk delapan jet tempur siluman F-22. F-22 Raptor adalah pesawat tempur radar untuk tujuan menyerang.

Kantor Berita Pusat Korea Utara (KCNA) melaporkan bahwa pesawat tempur radar "F-22 Raptor" dan "B-52" pembom strategis, dimobilisasi ke Korea Selatan-AS dalam latihan udara tahunan bersama yang bertujuan untuk meluncurkan serangan pendahuluan terhadap DPRK serta mengambil kendali atas wilayah udara.

Versi Korea dari laporan KCNA menyebut latihan itu sebagai tindakan "bermain dengan api," mengatakan bahwa itu adalah "tantangan besar terhadap Deklarasi Panmunjom dan provokasi militer yang disengaja bertentangan dengan perkembangan politik yang positif di Semenanjung Korea."

Anggota NSC dari Blue House setuju untuk melanjutkan konsultasi dengan DPRK untuk segera melanjutkan pembicaraan antar-Korea tingkat tinggi, tulis Blue House dalam siaran pers, sebagaimana dikutip dari Xinhua, Kamis (17/5/2018).

Deklarasi Panmunjom diumumkan setelah pertemuan puncak 27 April antara Moon dan Supreme Leader DPRK Kim Jong Un, yang setuju untuk menyelesaikan upaya denuklirisasi dan perubahan perjanjian gencatan senjata saat ini menjadi sebuah perjanjian damai pada akhir tahun ini.

Anggota NSC setuju untuk mengoordinasikan posisi melalui berbagai saluran dengan DPRK dan Amerika Serikat untuk keberhasilan pertemuan antara DPRK-AS yang dijadwalkan untuk 12 Juni di Singapura.