Yordania Desak Uni Eropa Akui Yerusalem Timur Sebagai Ibu Kota Palestina

Yudi_suprobo - Internasional

Kamis, 17 Mei 2018 11:08 WIB

yordania desak uni eropa akui yerusalem timur sebagai ibu kota palestina

Yordania pada Rabu (16/5/2018) mendesak Uni Eropa untuk mengakui Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina, yang merupakan prasyarat untuk mencapai perdamaian dan stabilitas di kawasan Timur Tengah, kantor berita Petra yang dikelola negara melaporkan.

Pernyataan itu dibuat oleh Menteri Luar Negeri Yordania, Ayman Safadi, pada pertemuan dengan para duta besar negara-negara Uni Eropa di Amman, di mana ia menyerukan sebuah tindakan segera untuk mendukung pembentukan komite internasional untuk menyelidiki pembantaian yang dilakukan oleh pasukan Israel dengan membunuh warga sipil Palestina di Jalur Gaza.

Safadi juga mengatakan kejahatan lanjutan oleh Israel tanpa adanya tanggapan internasional akan mengarah ke siklus kekerasan baru yang akan mempengaruhi kawasan, Eropa dan seluruh dunia. Dirinya juga menekankan bahwa stabilitas Timur Tengah sangat penting untuk stabilitas internasional.

"Praktik Israel dan kurangnya solusi untuk konflik memperburuk situasi dan meningkatkan keputusasaan, yang menghasilkan lebih banyak kekerasan dan ekstremisme," ungkap menlu Yordania, sebagaimana dikutip dari Xinhua, Kamis (17/5/2018).

Safadi juga meminta komunitas internasional untuk memikul tanggung jawab hukum dan moral untuk melindungi Palestina dari tindakan ilegal Israel dan agresi terhadap Palestina. Menteri Safadi juga memperingatkan sebuah konsekuensi serius dari tindakan sepihak Israel yang berusaha memaksakan realitas baru di lapangan, merusak upaya perdamaian dan mengubah identitas Arab Yerusalem.

Safadi mengatakan bahwa Yerusalem adalah kunci untuk perdamaian dan mewujudkan hak-hak sah warga Palestina adalah suatu keharusan untuk perdamaian dan stabilitas regional. Safadi menambahkan bahwa Yordania akan mengerahkan seluruh upaya untuk melestarikan situs-situs suci di Yerusalem.

Safadi juga mengutuk langkah AS untuk merelokasi kedutaannya di Israel ke Yerusalem dan mengakui kota suci itu sebagai ibu kota Israel.

Dia menambahkan bahwa Yordania akan bekerja bersama dengan negara-negara Arab, Uni Eropa dan semua mitra internasional untuk mencapai perdamaian yang didasarkan pada solusi dua negara yang sejalan dengan prakarsa perdamaian Arab dan resolusi legitimasi internasional.