Imbas Teror Bom Surabaya, Pengusaha Ritel Turun Omzet

Vicky - Riil

Kamis, 17 Mei 2018 11:16 WIB

imbas teror bom surabaya, pengusaha ritel turun omzet

Dampak teror bom di Surabaya beberapa hari mulai berimbas penurunan omzet bagi pengusaha ritel yang tergabung Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Jatim. Aprindo Jatim mencatat selama 2 hari kejadian bom di Surabaya alami penurunan omzet sebasar Rp33,9 miliar atau turun 70%.

Ketua DPW Aprindo Jatim, April Wahyu Widati menyatakan, tragedi bom Surabaya cukup berdampak pada pengusaha ritel di Jatim. Hal itu kata April, masyarakat alami trauma besar terhadap kejadian bom yang dilakukan terduga teroris sehingga, masyarakat takut untuk berbelanja.

“Untuk itu, kami menghimbau pada masyarakat luas agar tidak perlu takut berbelanja di mall dan supermarket di Surabaya karena sudah kondusif. Kami yakin, apa yang dilakukan aparat keamanan sudah baik untuk melindungi masyarakat untuk berbelanja,” tegas April di Surabaya, Rabu (16/5/2018).

Selain itu, kata April, untuk menghapus trauma masyarakat atas kejadian terir bom tersebut pihaknya ,akan memberi informasi pada masyarakat lewat spanduk yang dipasang beberapa titik di Surabaya dan Sidoarjo agar masyarakat tetap berbelanja dengan aman.

“Seluruh anggota Aprindo akan memberi solusi yang baik untuk mengembalikan psikologis masyarakat Surabaya untuk belanja. Langkah ini cukup tepat  dilakukan agar pengusaha ritel bisa melakukan bisnisnya kembali normal,” ujarnya.

Wanita ini mengakui, bahwa penurunan omzet sebasar 70% tidak semua ritel mengalami penurun omzet dengan angka tersebut. Penurunan omzet diangka 70% tersebut terjadi hanya dilokasi titik  peristiwa bom bunuh di Surabaya beberapa hari lalu.

“Tidak semua alami penurun omzet. Itu hanya terjadi dilokasi kejadian saja sementara, dilokasi lain hanya menurun dibawah 70%,” kata April.

Sementara, Corporate Communication Alfamart Jatim, Dwi Pramesti mengakaui, tragedi bom di Surabaya cukup berimbas omzet penurunan di jaringan toko swalayan di beberapa wilayah di Surabaya dan sekitarnya.

“Untuk supermarket sendiri alami penurunan omzet sekitar 30 hingga 40% disekitar kejadian bom bunuh diri tersebut,” ujar  Dwi.