Menteri Nasir Minta Rektorat Jangan Pasif Hadapi Penyebaran Ide Radikalisme

Ferry_hidayat - Nasional

Kamis, 17 Mei 2018 08:00 WIB

menteri nasir minta rektorat jangan pasif hadapi penyebaran ide radikalisme

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menyampaikan pesan khusus kepada pemimpin perguruan tinggi negeri (PTN) dan kopertis untuk mengantisipasi radikalisme dan intolerasi di lingkungan kampus, khususnya selama bulan Ramadhan.

"Saya ingin kampus menjadi rujukan untuk kedamaian, kampus harus menjadi pusat ilmu pengetahuan. Dalam bulan Ramadan, saya minta penceramah memberikan ceramah yang menyejukan dan mendamaikan di kampus masing-masing," kata Menristekdikti dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (16/5/2018).

Mantan Rektor Universitas Diponegoro ini bilang jangan sampai ada intoleransi dan radikalisme. Bila ada intoleransi dari dosen dan mahasiswa, akan diberikan peringatan dan ditindak, ujar Nasir. Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) bersama pimpinan perguruan tinggi (PT) di seluruh Indonesia terus berupaya untuk mencegah berkembangnya paham radikalisme di perguruan tinggi. Hal ini disampaikannya di sela-sela rapat koordinasi pengelolaan keuangan PTN.

Selain itu, Nasir juga mengatakan akan berkoordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi untuk memberikan tindakan tegas terhadap aparatur sipil negara (ASN) yang terlibat dalam kegiatan radikalisme. Menristekdikti juga meminta para rektor untuk mengawasi dengan lebih baik organisasi-organisasi yang memiliki potensi menyebarkan paham radikal di lingkungan kampus.

Sebelumnya, ia mengatakan telah mengintruksikan para rektor agar memberhentikan sementara dosen atau petinggi kampus yang dianggap ikut serta dalam menyebarkan paham teroris. Dan hasil koordinasi dengan beberapa universitas didapati beberapa nama sudah diberhentikan secara sementara.