Kadin Terus Kebut Cara Pengembangan Ekonomi Jatim

Vicky - Daerah

Rabu, 16 Mei 2018 18:39 WIB

kadin terus kebut cara pengembangan ekonomi jatim

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim melakuan langkah strategis untuk pengembangan perekonomian wilayah Jatim.

Ketua Umum Kadin Jatim, La Nyalla Mahmud Mattalitti mengatakan, untuk itu, Kadin terus menggandeng pemerintah provinsi Jatim dalam pengembangan perekonomian.

“Kadin sesuai dengan fungsi dan tugas yang diemban, sangat memperhatikan terhadap upaya-upaya yang perlu dilakukan dalam menumbuh kembangkan perekonomian dengan banyaknya pembangunan disemua sektor di Jawa TImur, yang pada akhirnya akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya usai Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) Kadin Jatim 2018 bertajuk “Kemitraan Dunia Usaha Bersama Pemerintah, Mutlak Bagi Terwujudnya Jatim yang Lebih Maju“ di Surabaya, Rabu (16/5/2018).

Lebih lanjut La Nyalla mengatakan, untuk menciptakan stabilitas dan pertumbuhan ekonomi yang mantap, seluruh masyarakat dunia usaha wajib mempercepat kesiapan diri masing-masing serta mengajak masyarakat sekelilingnya untuk menghadapi persaingan tingkat Asean yang semakin kompetitif.

“Langkah-langkah strategis yang harus dikembangkan melalui jurus-jurus yang lebih berpihak kepada dunia usaha dan disertai regulasi-regulasi yang lebih pro bisnis. Apalagi pada tahun 2018 ini, sarat dengan agenda politik yang pastinya akan banyak pengusaha dan masyarakat turut serta secara langsung maupun tidak langsung didalam kegiatan pemilu legislatif dan pemilihan presiden,” sambung La Nyalla.

Untuk itu kata mantan Ketua PSSI ini, ada beberapa pokok pikiran yang telah disepakati dunia usaha dalam mewujudkan perekonomian Jatim yang lebih maju.  Pertama, peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan kebutuhan utama yang harus dipersiapkan oleh semua pihak Pemerintah, Pengusaha, Perguruan Tinggi dan Tokoh-tokoh Masyarakat secara bersama-sama.

“Hal ini diwujudkan melalui pelatihan disertai methode pelatihan yang benar dan fokus kepada kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan serta dilaksanakan secara intensif, berjenjang, serempak dengan memperhatikan kualitatif dan kuantitatif,” terangnya.

Pokok pikiran kedua adalah mendorong terciptanya  regulasi atau aturam pemerintah terkait dengan ketenagakerjaan maupun kegiatan usaha yang lebih berpihak kepada dunia usaha dalam negeri.

“Ketiga meningkatkan jumlah wirausaha baru dan memperkuat wirausaha yang sudah ada melalui jaringan usaha antar Kabupaten dan Kota se Jawa Timur maupun jaringan usaha antar provinsi di Indonesia. Dengan tujuan meramaikan dan menyemarakkan pasar domestik untuk meningkatkan daya tahan ekonomi nasional. Sehingga kegiatan B2B (Bussiness to Bussiness red.) antar Kabupaten/Kota di Jatim maupun antar provinsi diharapkan lebih diintensifkan dimasa akan datang,” ungkapnya.

Yang terakhir kata La Nyalla, adalah kemitraan ataupun sinergitas dunia usaha yg dipelopori, dikoordinasi oleh Kadin di semua tingkatan, baik di Kabupaten dan kota atau Provinsi wajib bekerja sama dengan Pemerintah Daerah masing masing didalam upaya peningkatan ekonomi daerah.

“Terakhir, terkait dengan bom kemarin, saya bersama jajaran Dewan Pengurus Kadin se Jatim  mengucapkan turut prihatin dan berduka yang sedalam dalamnya kepada para korban bom. Kami mengutuk para pelaku pengeboman tersebut,” uujarnya.