OJK: Industri Perbankan Jatim Kian Moncer

Vicky - Perbankan

Kamis, 03 Mei 2018 11:34 WIB

ojk: industri perbankan jatim kian moncer

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jatim mencatat bahwa pertumbuhan industri bank di Jatim tumbuh mencapai Rp566,6 Triliun atau tumbuh 9% (yoy) total aset. Pertumbuhan itu lebih tinggi dari pertumbuhan nasional sebesar 7,96% dengan pangsa pasar terhadap nasional sebesar 7,55%.

Kepala OJK KR4 Jatim, Heru Cahyono mengatakan, saat ini industri Perbankan di Jatim terdiri dari 4 Bank Umum Konvensional yang berkantor pusat di Surabaya, 1 Unit Usaha Syariah, 339 BPR/S dan 402 jaringan kantor perbankan yang berkantor pusat di luar Jatim .

Selain itu pula Heru juga menyebutkan, selain pertumbuhan industri bank di Jatim juga diiringi dengan pertumbuhan di sector kredit yakni sebesar 10,57% (yoy) lebih tinggi dari pertumbuhan nasional sebesar 8,99% dengan pangsa terhadap nasional sebesar 9%. Disususl kinerja keuangan di sektor perbankan yang positif tersebut juga terjadi pada penghimpunan dana pihak ketiga mencapai Rp530,4 Triliun atau tumbuh 8,99% lebih tinggi dari pertumbuhan nasional sebesar 8% dengan pangsa pasar terhadap nasional sebesar 9,45%.

“Artinya, Industri perbankan di wilayah Jatim cukup bagus sehingga berdampak dengan peningkatan di sector perbangkan,” tegas Heru dalam media gathering cangkrukan media–OJK KR4 Jatim, Pandaan Pasuruan, Rabu (2/5/2018) sore.

Selain itu kata Heru, Industri Pasar Modal di Jatim  juga menunjukkan pertumbuhan yang baik, terlihat dari jumlah investor sebesar 79.166 SID atau meningkat 17,68% dengan nilai transaksi mencapai Rp38,7 Triliun selama dua bulan di awal tahun 2018.

Adapun lanjut Heru,  jumlah Emiten sebanyak 40 Emiten dengan total aset sebesar Rp275,5 Triliun dengan nilai kapitalisasi pasar sebesar Rp682,1 Triliun.

“Sektor Industri Keuangan Non Bank (IKNB) di Jawa Timur terdiri dari industri asuransi sebanyak 426 kantor cabang, perusahaan pembiayaan sebanyak 3 kantor pusat dan 753 kantor cabang, perusahaan modal ventura sebanyak 2 kantor pusat dan 178 kantor cabang, dana pensiun sebanyak 13 kantor pusat, perusahaan penjaminan sebanyak 1 kantor pusat dan 6 kantor cabang, Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) sebanyak 9 LKMS termasuk 6 Bank Wakaf Mikro, 1 Fintech, 1 gadai swasta dan 274 Badan Kredit Desa (BKD),” jelasnya.

Pada sektor IKNB tersebut juga menunjukkan kinerja yang positif antara lain industri asuransi dengan nilai premi Rp13,6 Triliun dan nilai klaim Rp7,8 Triliun. Sedangkan pada perusahaan pembiayaan menyalurkan pembiayaan sebesar Rp37,7 Triliun atau tumbuh 9,06% (yoy).

“Sebagai upaya untuk memberdayakan ekonomi pengusaha skala kecil, OJK telah mendorong dan memfasilitasi pembentukan LKMS Bank Wakaf Mikro (BWM) di beberapa pondok pesantren di Jatim yang saat ini sebanyak 6 BWM,” ungkapnya.

Saat ini OJK bekerjasama dengan industri keuangan telah melakukan berbagai upaya untuk lebih meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Jawa Timur melalui beberapa aktifitas antara lai n,Pembukaan Galeri Investasi di beberapa Universitas yang saat ini jumlahnya mencapai 51 Galeri, sosialisasi dan edukasi keuangan kepada beberapa kelompok masyarakat.

“Sosialisasi kepada gadai swasta yang beroperasi di Jatim agar mendaftarkan kegiatan usahanya kepada OJK dan sosialisasisi kepada perusahaan pembiayaan terkait Undang-undang Fiducia,” pungkasnya.