Bank Mandiri Kucurkan Rp2,5 Triliun untuk Tol Semarang-Batang

Fauziah_hidayah - Perbankan

Selasa, 17 April 2018 14:53 WIB

bank mandiri kucurkan rp2,5 triliun untuk tol semarang-batang

Bank Mandiri terus memperkuat dukungan pada percepatan pembangunan proyek infrastruktur untuk meningkatkan konektivitas dan memangkas biaya pergerakan barang dan jasa. Untuk itu, perseroan menyalurkan pinjaman sindikasi bersama 6 lembaga keuangan lainnya senilai Rp7,731 triliun yang akan digunakan untuk pembangunan ruas tol Semarang-Batang sepanjang 75 km. 

Adapun porsi Bank Mandiri adalah sebesar Rp2,5 triliun atau 32,34% dari total pinjaman sindikasi bertenor 15 tahun itu. Dalam skema ini, Bank Mandiri juga ditunjuk sebagai Joint Mandated Lead Arranger & Bookrunner serta sebagai agen Escrow dan Jaminan. 

Penandatanganan perjanjian kredit dilakukan oleh Senior Vice President Corporate Banking Bank Mandiri Yusak L. Silalahi dan Direktur Utama PT Jasamarga Semarang Batang Arie Irianto serta disaksikan Direktur Operasi I PT Jasamarga Mohammad Sofyan di Jakarta, Selasa (17/4/2018). 

Menurut Yusak, penyaluran kredit ini menjadi implementasi konsistensi perseroan dalam mendukung sinergi antar-BUMN pada program-program strategis pemerintah, khususnya dalam percepatan penyediaan infrastruktur utama. 

"Bank Mandiri memiliki komitmen yang kuat dalam pembangunan proyek-proyek infrastruktur penting, seperti pembangunan jalan tol, dan pembangunan bandara maupun pelabuhan laut. Untuk itu, kami memiliki produk-produk pembiayaan yang bisa dimanfaatkan, termasuk pada tahap pembebasan lahan, pembangunan konstruksi maupun tahap pengoperasian," jelas Yusak.

Atas komitmen kuat tersebut, Bank Mandiri telah memberikan komitmen pembiayaan untuk pembangunan tol senilai Rp14,2 triliun untuk 14 ruas tol sepanjang 592 km yang tengah dibangun, dengan realisasi penyaluran sebesar Rp7,6 triliun hingga Desember 2017. 

"Hampir ±75% kehadiran Bank Mandiri dalam berbagai proyek jalan tol tersebut direalisasikan secara sindikasi, baik dengan bank BUMN, bank swasta, maupun lembaga keuangan nonbank. Hal ini merupakan salah satu strategi ini untuk mengelola risiko dan menjaga kualitas pembiayaan kami," jelas Yusak.