Peluang Perdagangan Multi-Miliar Dolar bagi Negara G7 ke Negara Berkembang

Ratih_rahayu - Perbankan

Rabu, 14 Maret 2018 18:37 WIB

peluang perdagangan multi-miliar dolar bagi negara g7 ke negara berkembang

Standard Chartered meluncurkan Indeks Performa Bisnis G7 ke E7 (Indeks) yang menganalisis kemitraan perdagangan antara negara-negara G7 (Group of Seven) –Kanada, Perancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat– dengan negara-negara ekonomi berkembang E7 (Emerging Seven) –Bangladesh, Cina, India, Indonesia, Nigeria, Pakistan, dan Vietnam. Inggris, Amerika Serikat, dan Perancis menyadari peluang keuntungan besar jika mereka dapat memenuhi potensi perdagangan dengan negara E7. Jerman menunjukkan performa terbaik sebagai satu-satunya negara yang saat ini melampaui total potensi perdagangan dengan E7. 

Indeks tersebut menunjukkan performa perdagangan yang menurun dari negara-negara G7 ke negara-negara E7. Dari 49 jalur perdagangan G7 ke E7, hanya sembilan jalur perdagangan yang saat ini telah memenuhi atau melampaui target. Sisanya, dengan nilai total perdagangan 162 miliar dolar AS, tidak mampu memenuhi target ekspor mereka. Hal ini menunjukkan bahwa masih terdapat peluang pertumbuhan tahunan perdagangan ekspor G7 ke E7 sebesar 30%. E7 merupakan jalur perdagangan yang krusial dan penting bagi masa depan pertumbuhan negara G7 pada tahun 2018 ke depan.

Head of Trade for Europe and Americas Standard Chartered, Michael Vrontamitis, menjelaskan berdasarkan keanggotaan G7 yang tidak lagi menjadi acuan untuk pertumbuhan ekonomi, Indeks Kinerja Perdagangan Standard Chartered G7 ke E7 mengungkap peluang pertumbuhan yang aktual. Setiap negara G7 memiliki peluang yang tinggi untuk mempercepat kinerja ekspor mereka di tujuh negara ekonomi yang telah kami identifikasi sebagai Emerging Seven (E7). 

"Indeks kami menunjukkan bahwa jika ekonomi G7 mengorientasi kembali strategi perdagangan mereka terhadap E7, dengan terdapat peluang nilai tambahan sebesar 162 miliar dolar AS per tahun, dan keuntungan langsung sebesar 30%, jelas E7 mewakili peluang perdagangan multi-miliar dolar bagi pemerintahan dan bisnis G7 yang mencari diversifikasi dan pertumbuhan ekspor," ujar Michael dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (14/3/2018).

Dengan demikian, imbuh Michael, perusahaan harus mengembangkan strategi-strategi dengan sektor spesifik dan koridor, kemudian mengidentifikasi bagaimana mereka dapat meningkatkan peluang bisnis di sana.

Berikut ini temuan mengenai sepak terjang G7.

Inggris

Ekspor Inggris ke E7 berpotensi meningkat sebesar 16,9 miliar dolar AS menjadi 64,9 miliar dolar AS ketika negara tersebut meninggalkan Uni Eropa. Walaupun Uni Eropa tetap menjadi mitra dagang yang penting, Inggris dapat memanfaatkan peluang ekspornya dengan semua negara E7.

Amerika Serikat

Amerika Serikat saat ini merupakan eksportir terbesar untuk mayoritas negara E7, tetapi kinerjanya menurun lebih dari seperempat (28,3%). Jika Amerika Serikat memaksimalkan perdagangan di semua negara E7, total ekspor dapat meningkat sebesar 3,1%, atau bertambah sebesar 46,1 miliar dolar AS per tahun. 

Perancis

Perancis memiliki banyak peluang dari perdagangan dengan E7. Negara tersebut mengekspor sekitar seperempat dari potensi ekspornya ke E7 dan berhasil menumbuhkan keseluruhan ekspor sebesar 2,4% dari total prediksi ekspor ke E7, yang merupakan pertumbuhan senilai 12 miliar dolar AS setahun penuh.

Italia

Italia dapat mengalami peningkatan ekspor sebesar 2,5% atau 11 miliar dolar AS per tahun jika memanfaatkan peluang di E7. Rute ekspor Italia ke Cina dapat menambah nilai perdagangan tahunan sebesar 7,3 miliar dolar AS, yang merupakan kesempatan ekonomi terbesar keempat dari seluruh 49 jalur perdagangan.

Jepang

Jepang memiliki peluang signifikan di E7. Bisnis Jepang mampu meningkatkan ekspor ke E7 sebesar 69 miliar dolar AS, sehingga dapat mendorong pertumbuhan sebesar 10,7% terhadap keseluruhan eknomi. Rute Jepang-Cina merupakan nilai terbesar untuk jalur perdagangan G7 ke E7.

Kanada

Kanada menempati posisi kedua saat ini dalam peringkat perdagangan G7 ke E7, namun turun lebih dari seperempat, yaitu sebesar 28,6% di bawah tingkat prediksi perdagangan. Total ekspor global tahunannya dapat bertumbuh sebesar 1,7% dengan memaksimalkan perdagangan E7.

Jerman

Jerman merupakan kisah sukses terbesar perdagangan G7 ke E7. Negara tersebut berhasil melebihi tingkat prediksi perdagangan E7 dengan nilai ekspor sebesar 109 miliar dolar AS, atau dua kali lipat dari perkiraan. Namun, Jerman cukup berisiko karena hanya mengandalkan Cina sebagai satu-satunya pasar.