Keuntungan Adhi Karya Tembus Setengah Triliun

Fauziah_hidayah - Bursa

Rabu, 14 Maret 2018 18:10 WIB

keuntungan adhi karya tembus setengah triliun

PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) berhasil membukukan kinerja keuangan yang moncer di tahun 2017 lalu. BUMN konstruksi ini mencetak keuntungan lebih dari setengah triliun atau sekitar Rp515,41 miliar, bandingkan dengan keuntungan di 2016 yang hanya mencapai kisaran Rp313,45 miliar.

Menilik laporan tahunan perusahaan, meningkatnya penjualan dan pendapatan usaha diduga menjadi salah satu penyebab melambungnya keuntungan perusahaan. Tercatat penjualan dan pendapatan usaha Adhi Karya menembus angka Rp15,15 triliun, naik 36,99% dari penjualan dan pendapatan di 2016 yang sebesar Rp11,06 triliun.

Penjualan perusahaan masih bergantung pada segmen bisnis jasa konstruksi yang memang merupakan lini bisnis utama perusahaan. Tercatat dari lini bisnis ini menghasilkan pendapatan usaha senilai Rp12,02 triliun atau sekitar 85,30% dari total pendapatan.

Sementara dari lini bisnis EPC dan juga properti real estate, masing-masing menyumbang sebesar Rp617,99 miliar dan Rp1,31 triliun. Untuk segmen investasi dan infrastruktur, ADHI sukses mencetak pendapatan Rp298,65 miliar.

Sebagai catatan, hingga Desember 2017 ADHI memperoleh kontrak baru senilai Rp37,8 triliun, tumbuh 129,1% dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian kontrak itu berasal dari perbaikan alur dan breakwater dermaga PT KBN sebesar Rp983,5 miliar, Bendungan Margatiga (JO) sebesar Rp258,9 miliar, dan Apartemen Puri City Surabaya sebesar Rp248,9 miliar melalui anak perusahaan PT APG.

Sementara untuk kontribusi per lini bisnis pada perolehan kontrak baru tersebut didominasi oleh lini bisnis konstruksi dan energi sebesar 95,2%, properti sebesar 4,3%, dan sisanya merupakan lini bisnis lainnya.

Berdasarkan segmentasi sumber dana, realisasi kontrak baru terdiri dari pemerintah tercatat 71,2%, BUMN sebesar 18,0%, dan swasta/lainnya sebanyak 10,8%. Sementara pada tipe pekerjaan, perolehan kontrak baru terdiri dari proyek jalan, jembatan, dan LRT sebanyak 62,9%, proyek gedung sebanyak 22,0%, proyek dermaga 4,1% ,serta proyek infrastruktur lainnya sebesar 11,0%.