PLN: Listrik di Papua Belum Cukup untuk Industri

Vicky - Energi

Rabu, 14 Februari 2018 19:16 WIB

pln: listrik di papua belum cukup untuk industri

Manajemen PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Papua dan Papua Barat mengungkapkan hingga kini permintaan daya listrik di kedua provinsi itu masih untuk rumah tangga dan belum mencakup kebutuhan industri.

"Kalau di Papua permintaan masih tinggi karena memang pertumbuhannya cukup tinggi. Pembangkit yang kita bangun sebenarnya belum terlalu besar karena hanya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga saja," ujar General Manager PLN UIP Papua dan Papua Barat, Edison Lumbanraja, di Jayapura, Rabu (14/2/2018).

Ia menjelaskan banyak rencana pembangunan pembangkit di Papua yang kini tengah berjalan dan semuanya didasarkan atas perhitungan kebutuhan dan permintaan.

"Di PLN sudah ada sistem untuk membuat perencanaan dengan menganalisis pertumbuhan beban tiap tahun dan potensi apa yang ada di daerah itu sehingga PLN siap memenuhi kebutuhan listrik," katanya.

Menurut dia, tidak seperti permintaan listrik di Pulau Jawa yang memang dibangun untuk memenuhi kebutuhan listrik kawasan industri.

Hanya bila ada permintaan dalam jumlah besar, sebelum dilakukan pembangunan, dibutuhkan sebuah kesepakatan antara kedua belah pihak agar tidak terjadi kelebihan daya dalam jumlah besar.

"Kadang kalau ada permintaan listrik skala besar itu harus ada komitmen dulu. Contoh kalau ada konsumen meminta daya 50 MW, kan itu tidak mudah dipenuhi sehingga harus ada perencanaan yang matang," katanya.

"Di PLN ada yang namanya 'capacity balance', di situ kita mempertimbangkan beberapa parameter, mulai dari pertumbuhan ekonomi," sambung Edison.

Sebelumnya diberitakan bahwa pada 2018, PLUN UIP Papau dan Papua Barat akan mengivestasikan dana Rp4 triliun untuk membangun sejumlah pembangkit di dua provinsi tersebut.