BPS Ingin Sensus Penduduk RI Miliki Standar Internasional

Fauziah_hidayah - Makro

Rabu, 14 Februari 2018 16:11 WIB

bps ingin sensus penduduk ri miliki standar internasional

Indonesia akan kembali melaksanakan sensus penduduk (SP) pada 2020. SP 2020 akan menjadi sensus kependudukan ketujuh di Indonesia yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dimana sebelumnya dilakukan pada 1961, 1971, 1980, 1990, 2000, dan 2010.

Deputi Bidang Statistik Sosial BPS M Sairi Hasbullah mengatakan data sensus penduduk yang dihasilkan akan berguna bagi perencanaan pembangunan nasional maupun pembuat kebijakan.

"Data hasil sensus penduduk 2020 akan menyajikan data kependudukan dan sosial ekonomi sebagai titik tolak bagi terselenggaranya evidence based policy making sampai ke tingkat pemerintahan terendah," kata Sairi dalam Kick Off Meeting di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Rabu (14/2/2018).

Sairi menambahkan bahwa sejak 2017, BPS telah melakukan persiapan-persiapan terkait pelaksanaan SP 2020. Ia ingin SP 2020 mampu menghasilkan data jumlah, komposisi, distribusi, dan karakteristik penduduk Indonesia secara keseluruhan dan berstandar internasional.

"Selama tahun 2017, BPS sudah menyiapkan banyak hal terkait SP 2020.  Kami ingin di tahun 2018 kita mulai melibatkan berbagai pihak dan tidak memulai dari tangan kosong, tapi sudah ada drafting sehingga nanti kita harapkan penyelenggarannya lebih efektif dan efisien," ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPS Suhariyanto menambahkan bahwa melaksanakan SP akan banyak menemui tantangan berat  seperti mobilitas penduduk, kemajuan teknologi, hingga keengganan responden untuk menemui petugas sensus. Makanya, dalam sensus nanti BPS akan melakukan inovasi.

Utamanya, memanfaatkan teknologi geospasial sebagai kerangka induk dan pengumpulan data. Kemudian, dalam pencacahan, BPS akan menggunakan PAPI (Pencil dan Paper Interview), CAPI (Computer Assisted Personal Interview), dan CAWI (Computer Assisted Web Interview).