54 Warga Palestina Tewas Imbas Blokade Israel ke Gaza

Yudi_suprobo - Internasional

Rabu, 14 Februari 2018 14:18 WIB

54 warga palestina tewas imbas blokade israel ke gaza

Israel bertanggung jawab atas setidaknya 54 kematian warga Palestina tahun lalu karena menolak ratusan permintaan izin medis yang diterima dari penduduk Gaza yang mencari perawatan di luar jalur yang terkepung, kelompok hak asasi manusia mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Dalam sebuah pernyataan bersama pada hari Selasa (14/2/2018), Pusat Hak Asasi Manusia Al Mezan yang berbasis di Gaza, Amnesty International, Human Rights Watch, Bantuan Medis untuk Orang Palestina (MAP), dan Dokter untuk Hak Asasi Manusia Israel (PHRI), menyoroti kebutuhan mendesak Israel untuk segera menghentikan pengepungannya selama satu dekade di Jalur Gaza.

Pada 2017, pihak berwenang Israel menyetujui kurang dari setengah permintaan izin medis yang diterimanya, yang terkait dengan pertemuan dan sesi perawatan di rumah sakit di wilayah pendudukan dan Israel tingkat terendah sejak 2008.

Lebih dari 25.000 permintaan izin diajukan ke pihak berwenang Israel. Dari jumlah tersebut, 719 ditolak, seringkali dengan dalih keamanan. Sebanyak 11.281 bantuan lainnya masih menunggu persetujuan yang berarti ribuan orang berada dalam keadaan terancam bahaya.

Samir Zaqout, direktur Al Mezan, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa tidak ada "alasan rasional yang nyata" mengapa pasien yang membutuhkan bantuan medis mendesak tidak mendapatkan akses ke rumah sakit.

"Israel berada di bawah kewajiban hukum untuk memfasilitasi kebebasan bergerak rakyat Palestina," tuturnya, sebagaimana dikutip dari Al Jazeera, Rabu (14/2/2018)

"Ini diputuskan ketika blokade tersebut tidak hanya untuk menolak warga Gaza yang memiliki hak untuk melakukan gerakan bebas, tapi juga menghukum orang yang memiliki hak untuk mengakses layanan kesehatan." ungkapnya.

Pada tahun 2007, setelah kemenangan pemilihan Hamas dan asumsi kelompok kontrol atas wilayah tersebut, Israel memberlakukan blokade darat, udara dan angkatan darat yang ketat di Gaza. Pada tahun 2013, negara tetangga Mesir, yang sebagian besar telah menutup persimpangan perbatasannya dengan Gaza, memblokir terowongan yang menghubungkan Gaza dengan kapal el-Arish Mesir, menutup satu-satunya jalan lain di luar jalur.

Alternatif utamanya adalah jalan melalui persimpangan Erez, yang memindahkan orang ke Israel dan wilayah-wilayah pendudukan lainnya.