Ratu Belanda Sambangi Mitra Go-Jek

Fauziah_hidayah - Digital Economy

Selasa, 13 Februari 2018 18:57 WIB

ratu belanda sambangi mitra go-jek

Ratu Maxima dari Kerajaan Belanda kembali berkunjung ke Indonesia untuk membantu perluasan inklusi keuangan. Yang menarik dari kunjungan kali ini, setelah diterima Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka Jakarta, Selasa (13/2/2018), Ratu yang juga merupakan utusan Sekretaris PBB untuk inklusi keuangan (United Nations Secretary General’s Special Advocate/UNSGSA for Financial Inclusion) ini berkunjung ke warung milik salah satu mitra Go-Food di daerah Sabang yakni Bakwan Malang 23.  

Dalam kunjungannya tersebut, Ratu Maxima disambut oleh belasan mitra driver Go-Jek, mitra Go-Food sekaligus pemilik warung bakwan malang Ken, Ketua Arisan MAPAN Rara, CEO Go-Pay Aldi Haryopratomo serta komisaris Go-Jek Ronald Waas. Kedatangan Ratu Maxima tidak lain adalah untuk mendengar langsung dari para mitra bagaimana cara Go-Jek sebagai penyedia layanan on-demand berbasis aplikasi dalam membantu sektor UMKM dan pekerja informal untuk bisa menjangkau akses keuangan.

"Inklusi keuangan merupakan hal yang sangat penting dan menjadi salah satu dari 7 tujuan pembangunan keberlanjutan yang diusung oleh PBB. Dan di Indonesia kami akan melakukan peningkatan inklusi keuangan. Saya sudah melakukan kontak dengan berbagai pihak yang berkepentingan seperti Bank Indonesia, OJK, para menteri, dan sektor swasta. Sejujurnya, teknologi sangat penting bagi peningkatan inklusi keuangan," katanya di sela kunjungan ke Warung Bakwan Malang 23.

Dalam kunjungan tersebut CEO Go-Pay Aldi Haryopratomo mengungkapkan bahwa misi yang dibawa oleh Ratu Maxima ini sejalan dengan semangat Go-Jek dalam mengakselerasi program inklusi keuangan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Melalui berbagai program, saat ini Go-Jek memungkinkan mitranya yang sebelumnya tidak bankable bisa mengakses lembaga keuangan. 

"Kami berdiri di sini memang untuk men-support para pelaku usaha UMKM karena tiap UMKM tantangannya berbeda. Dari hasil diskusi tadi, Ratu Maxima menyarankan untuk melihat inklusi finansial bagi sektor UMKM secara holistik. Jadi, dari mulai supply chain seperti contohnya sumber daging di bakwan malang ini hingga KPR tokonya bisa dikelola. Nah, ini sesuai dengan misi kami yang senantiasa memberdayakan sektor UMKM," kata Aldi.

Dalam perbincangannya dengan mitra driver dan merchant Go-Jek, Ratu Maxima juga melemparkan pertanyaan terkait dengan bagaimana kehidupan mereka terbantu dengan adanya aplikasi Go-Jek. Salah satu mitra driver wanita bernama Nilawati mengatakan kini dirinya bisa mengakses cicilan KPR lewat program yang disediakan Go-Jek. "Sebelum bergabung dengan Go-Jek, saya tidak kepikiran untuk nyicil rumah, tapi setelah ditawari oleh Go-Jek lewat program KPR BTN, saya mendaftar," tuturnya. 

Diskusi juga terjadi dengan pemilik Warung Bakwan Malang 23, Ken yang mengatakan bahwa sejak bergabung Go-Resto, pihaknya bisa lebih mudah mengatur pendapatan dari warungnya. "Karena semua transaksi sudah otomatis ada di aplikasi, sudah tidak ribet lagi menghitung uang secara manual," tuturnya.

Lebih lanjut, menurut Aldi, kunjungan Ratu Belanda ini merupakan momen yang sangat baik bagi Indonesia dan Go-Jek untuk memperluas pemahaman terkait keuangan, khususnya untuk sektor UMKM.

"Semoga dengan kedatangan beliau, informasi terkait dengan misi Indonesia di bidang inklusi keuangan semakin tersebar di level global. Dengan demikian tentunya, membuka peluang kolaborasi bagi perusahaan nasional dan global dalam mempercepat inklusi keuangan," harap Aldi.