Tahun Politik Jadi Peluang Pertahankan Pangsa Pasar Kamera Digital Canon

Fauziah_hidayah - Digital Economy

Jum'at, 09 Februari 2018 10:26 WIB

tahun politik jadi peluang pertahankan pangsa pasar kamera digital canon

Memasuki tahun 2018 diprediksi akan berimbas pada penjualan kamera digital yang juga berpengaruh pada pertumbuhan pangsa pasar. Setelah sebelumnya bisnis tersebut dalam setahun belakangan ini sempat mengalami penurunan. 

PT Datascrip sebagai distributor tunggal produk pencitraan digital Canon di Indonesia mengakui optimistis bahwa target penjualan tumbuh 5 hingga 8 persen dari tahun sebelumnya. Hal ini lantaran adanya momen Pilkada ditambah gelaran Asian Games.

"Untuk proses ini kan kebutuhan akan dokumentasi juga bertambah, tetapi itu bisa dikatakan sebagai peluang kita juga," ujar Manager Divisi Citra Komunikasi Produk PT Datascrip Sintra Wong saat ditemui Warta Ekonomi di kantornya, Kemayoran, Jakarta, beberapa waktu yang lalu.

Kendati demikian, Sintra memandang peluang tersebut bukan sebagai hal positif maupun negatif lantaran ini tergantung dari tanggapan masyarakat apakah bisa berbelanja secara aman atau tidak.

"Kalau kita cenderung lebih mempertahankan dulu, jangan sampai terjadi penurunan dari penjualan tahun lalu dan proyeksi kami mungkin akan bisa bertumbuh sedikit dan kita tidak mengharapkan pertumbuhan yang lebih besar di tahun 2018 ini," terang Sintra saat menjelaskan perihal target peningkatan penjualan.

Pria kelahiran 24 September 1981 ini menjelaskan penurunan terhadap penjualan kamera digital disebabkan hadirnya ponsel pintar yang spesifikasinya semakin canggih. Selain itu, harga yang ditawarkan pun cukup murah sehingga masyarakat beralih ke smartphone dibanding kamera digital.

"Kamera smartphone sudah mulai menggantikan dan kecenderungan untuk Indonesia sendiri untuk lapisan masyarakat yang terbesar dengan kelas ekonomi menengah dan ke bawah itu sebenarnya mengalami peningkatan dari segi pendapatan, peningkatan UMR dan sebagainya. Daya beli mereka sebenarnya ada peningkatan sehingga dulunya mungkin mereka tidak membeli smartphone dengan harga 1 jutaan lalu mereka lari ke kamera digital yang harganya 600 ribuan," jelasnya.

Dengan beralihnya konsumen ke ponsel pintar, lanjut Sintra, otomatis penjualan kamera digital yang sebelumnya menguasai porsi yang paling besar 'termakan' sudah. "Nah, sehingga dari segi penjualan, dari segi kuantiti itu terjadi penurunan terus-menerus. Jadi, paling besar pengaruhnya dari sana (smartphone)," imbuhnya.

Terlepas dari hal tersebut, Canon setiap semester mengeluarkan produk terbarunya untuk kamera digital seperti kamera saku, mirrorless, dan DSLR. Sementara rentang pengguna seperti yang dikatakan Sintra menyasar dari pemula sampai penghobi (advanced).

"Kalau bicara target market yang paling besar untuk di Indonesia sendiri, seperti kita ketahui populasi kita sendiri mayoritas di usia-usia produktif, itu pasar yang paling besar yang kita sasar. Penggunanya di usia 30 sampai 40-an. Kita juga ada beberapa produk yang lebih serius tentu mereka menyasarnya yang lebih mapan. Jadi, itu di atas 40-50 tahun," ungkapnya.