Pemilu Dorong Pertumbuhan Ekonomi 0,2 Persen

Fauziah_hidayah - Makro

Jum'at, 19 Januari 2018 12:34 WIB

pemilu dorong pertumbuhan ekonomi 0,2 persen

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan penyelenggaraan pemilihan umum memberikan kontribusi kepada pertumbuhan ekonomi hingga mencapai 0,2 persen.

"Jika ditanya soal ada dampaknya pemilu bagi ekonomi, iya ada meskipun relatif kecil yakni di kisaran 0,1- 0,2 persen terhadap perekonomi di suatu daerah yang menggelar pesta demokrasi tersebut," ujar Bhima di Pontianak, Jumat (19/1/2018).

Menurutnya, sektor yang langsung merasakan dampak positif pemilu yakni perhotelan dan restoran. Konsolidasi politik dan pertemuan-pertemuan peserta pemilu dan pendukungnya akan lebih tinggi dibanding hari biasa.

"Saat pemilu, acara makan-makan juga akan banyak. Saat konsolidasi, kampanye, dan lobi-lobi tentu makan sehingga hal itu mendorong bergeliatnya industri makanan dan minuman," papar dia.

Ia menambahkan jasa konveksi dan iklan pun tidak kalah menuai keuntungan dengan adanya penyelenggaraan pemilu. Atribut partai dan kampanye juga mendorong jasa konveksi akan lebih bergeliat.

"Jasa iklan akan bertambah dari hari biasanya. Meskipun soal iklan saat ini sudah diatur tidak bisa semaunya pasangan calon yang berlaga dalam pemilu. Adanya pemilu juga menguntungkan konsultan politik sehingga hal itu memberikan efek yang baik," jelas dia.

Dikatakannya, saat pemilu yang diistilahkan tahun politik, para pengusaha tidak perlu cemas dan khawatir jika ingin berinvestasi. Apalagi, paparnya, di Indonesia setiap tahun selalu ada pemilu serentak.

"Setiap tahun kita tahun politik, jadi investasi saja. Apalagi di Indonesia gejolak pemilu atau pergantian kabinet di pemerintahan Indonesia tidak mempengaruhi ekonomi kita terbukti saham kita stabil," jelas dia.

Hanya saja, ia memberikan catatan bahwa di setiap pemilu dan kaitannya dengan ekonomi di Indonesia tidak terlepas dari keamanan dan ketertiban suatu daerah.

"Semua pihak harus menjaga keamanan dan ketertiban suatu daerah. Dengan hal, itu ekonomi investasi dan geliat ekonomi lainnya akan berjalan dengan baik," kata dia. (FNH/Ant)