Membimbing Entrepreneur Muda

Ratih_rahayu - Majalah

Rabu, 17 Januari 2018 15:50 WIB

membimbing entrepreneur muda

Ada beberapa hal yang membuat Erick Thohir tertarik berinvestasi pada startup olahraga. Salah satunya ialah jumlah penduduk Indonesia yang besar, yaitu sekitar 250 juta penduduk dengan usia rata-rata 28 tahun. Kondisi ekonomi yang terus meningkat berdampak pula pada meningkatnya minat terhadap kegiatan fisik olahraga. 

Salah satu faktor kemajuan ekonomi sebuah negara adalah memiliki banyak entrepreneur, dan pemuda menjadi ujung tombaknya. Oleh karena itu, secara pribadi maupun grup, Erick menginginkan kelahiran banyak enterpreneur muda. “Saat ini sudah eranya untuk membimbing mereka,” ujar Erick.

Kegagalan sebuah startup tidak dipengaruhi oleh usia pemimpinnya, tetapi disebabkan oleh dua hal. Pertama, founder-nya tidak bisa dipercaya, kedua secara bisnis ternyata tidak sesuai dengan tren. Untuk itu, ia selalu berpesan bahwa kepercayaan itu mahal, apalagi di bisnis startup karena pemegang sahamnya banyak. 

Kepercayaan itu misalnya ketika Erick membeli klub sepak bola. Menurutnya, itu bisa dia lakukan karena meminjam uang dari bank di luar negeri. Mengapa bank mau memberi pinjaman yang begitu besar? Tentunya, karena dia memiliki reputasi dan jaringan yang baik. 

Di Mahaka, lanjut Erick, jika tidak memiliki sumber daya manusia untuk menjalankan bisnis startup, dapat dilakukan dengan berpartner. Sama halnya dengan GoJek yang dijalankan enterpreneur muda, tetapi investornya macam-macam, seperti itulah investasi. Erick ingin menjadi bagian dari itu. Selain Doogether, Mahaka juga berinvestasi di Amarta, startup fintech peer to peer landing, dan Raja Mobil.