Harapan Menteri Basuki pada Bendungan Leuwikeris

Vicky - Infrastruktur

Rabu, 17 Januari 2018 15:54 WIB

harapan menteri basuki pada bendungan leuwikeris

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimoeljono mengatakan pembangunan Bendungan Leuwikeris untuk mengatasi kekurangan suplai air irigasi di Kabupaten Tasikmalaya dan Ciamis sebagai salah satu sentra pertanian di Provinsi Jawa Barat. 

Lanjutnya, Sebagai bendungan multiguna, manfaat lain yang bisa dirasakan masyarakat adalah sumber air baku berkapasitas 845 liter/detik untuk satu juta pelanggan di Kab. Ciamis, Banjar, dan Tasikmalaya, mereduksi banjir sebesar 450 meter kubik per detik, dan pembangkit listrik tenaga air sebesar 20 MW.

“Bendungan ini akan mengairi jaringan irigasi seluas 6.600 hektar di Daerah Irigasi (DI) Lakbok Utara dan DI Manganti seluas 4.616 hektar. Selama ini kedua DI kerap mengalami banjir saat musim hujan dan kekurangan air saat musim kemarau," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (17/1/2018).

Basuki mengatakan kapasitas tampungnya cukup besar yakni 81,44 juta m3, atau enam kali lebih besar dari Bendungan Raknamo di Provinsi NTT sebesar 14 juta m3, yang baru saja diresmikan Presiden Joko Widodo pada 9 Januari 2018 lalu. 

"Sungai Citanduy belum memiliki bendungan. Apabila bendungannya sudah rampung, maka kontinuitas suplai air ke sawah terjaga," kata Menteri Basuki.

Dalam pembangunannya, kualitas lansekap juga didesain dengan baik yang memasukkan unsur kearifan budaya lokal. Pembangunan Bendungan Leuwikeris dimulai tahun 2016 dan ditargetkan selesai Maret 2021, tapi kita akan upayakan untuk lebih cepat. Progres fisiknya saat ini sudah mencapai 15,58 % dan untuk pembebasan tanah sebesar 48,77%. 

"Bendungan Leuwikeris merupakan salah satu dari 49 bendungan baru yang dibangun dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla." Tukasnya.