Jokowi Prihatin Sungai Citarum Tercemar Limbah Pabrik

Ferry_hidayat - Daerah

Rabu, 17 Januari 2018 08:58 WIB

jokowi prihatin sungai citarum tercemar limbah pabrik

Presiden Joko Widodo menegaskan Sungai Citarum bukanlah tempat pembuangan limbah raksasa dan harus ada solusi konkrit untuk mengatasi masalah sungai terbesar di Jawa Barat tersebut.

"Saya tidak mau sungai Citarum menjadi tempat pembuangan limbah raksasa oleh pabrik-pabrik di kanan kiri sungai ini," kata Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas yang membahas soal Sungai Citarum di Graha Wiksa Praniti, Kantor Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman Kementerian PUPR di Bandung, Jawa Barat, Selasa.

"Harus ada pendekatan dengan solusi kepada pabrik-pabrik yang ada, tapi kalau (pabrik-pabrik) sulit mengikuti, pendekatan hukum tegas harus dilakukan supaya ini tidak keterusan," ucap Presiden.

Presiden dalam rapat itu mengungkapkan bahwa sudah ada sejumlah kegiatan untuk mencari solusi permasalahan Sungai Citarum, tapi belum terintegrasi.

"Oleh sebab itu, ini sudah merupakan bukan rapat yang pertama, ini sudah rapat ke-14, bolak balik rapat. Hanya yang pertama ini saya, sebelumnya sudah dilakukan oleh Pak Menko Maritim dan kami harapkan integrasi kementerian lembaga, pusat dan daerah ini benar-benar kita kerjakan di lapangan," kata Presiden.

Presiden mengakui bahwa kondisi Sungai Citarum saat ini sudah lampu kuning karena polusi.

"Saya kira ini menyangkut generasi kita ke depan. Kita mendengar pencemaran di aliran Sungai Citarum sudah pada posisi kuning, lampu kuning, sehingga kenapa kita cepat-cepat mengejar agar di hulu tata ruang wilayah, konservasi, rehabilitasi lingkungan betul-betul kita kerjakan. Jangan dirusak, begitu pula dengan pengelolaan DAS (daerah aliran sungai)," ucap Presiden.