Kementan Harap Operasi Pasar Tidak Rugikan Petani

Cahyo - Agribisnis

Minggu, 14 Januari 2018 20:51 WIB

kementan harap operasi pasar tidak rugikan petani

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Sumardjo Gatot Irianto mengharapkan operasi pasar untuk menjaga stabilitas harga beras tidak malah merugikan petani. Kepercayaan petani terhadap pemerintah harus tetap dijaga demi terwujudnya swasembada pangan.

Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) diketahui mengintensifkan operasi pasar untuk menekan harga beras yang kini melonjak. Dikhawatirkan, kebijakan menjual beras dengan harga murah membuat petani merugi. Terlebih, pemerintah berencana melakukan impor beras khusus sebesar 500 ribu ton dari Vietnam dan Thailand.

"Operasi pasar jangan sampai menohok keadilan dan kedaulatan petani. Kalau petani terpukul dengan operasi pasar, petani tidak akan percaya pada kita (pemerintah). Itu tentunya sangat berbahaya," kata Gatot di sela peninjauan stok beras di Gudang Bulog Sulselbar, Makassar, belum lama ini.

Gatot enggan berkomentar lebih jauh perihal kebijakan impor beras dari Kemendag. Toh, sebagai Dirjen Tanaman Pangan, ia hanya bertanggungjawab ihwal produksi dan mutu. Yang pasti, sambung dia, perlu ada desain untuk memastikan tatkala musim panen raya tiba, harga beras tidak malah anjlok.

"Kalau overstoknya banyak, ekspor," ujarnya.

Dalam kunjungannya ke Sulsel, Gatot memuji harga dan kualitas beras yang sangat baik. Beras medium di pasar tradisional Kota Makassar setara dengan beras premium. Hebatnya, beras itu dibanderol di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium sebesar Rp9.450. "Sulsel dua langkah maju di depan," puji dia.

Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan, Kasan, sebelumnya menyatakan operasi pasar merupakan instruksi dari Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. Rencananya, operasi pasar digelar mulai 8 Januari hingga 31 Maret. Tujuannya untuk menstabilisasi sekaligus mengantisipasi lonjakan harga beras.

Kasan menjelaskan operasi pasar kali ini berbeda dengan sebelumnya di mana pihaknya memastikan komoditas pangan sampai ke pedagang pengecer. Di Sulsel, melalui Bulog, pihaknya menggelar operasi pasar dengan menjual beras medium seharga Rp9.000 per kilogram atau di bawah HET.