PTDI Siapkan Uji Terbang Purwarupa N219 Nurtanio

Cahyo - Industri

Minggu, 14 Januari 2018 14:29 WIB

ptdi siapkan uji terbang purwarupa n219 nurtanio

PT Dirgantara Indonesia (PTDI) akan menyiapkan dua purwarupa pesawat N219 Nurtanio untuk uji terbang hingga mencapai 350 flight hours dan dua purwarupa lainnya untuk dilakukan fatigue test yang membutuhkan 3.000 cycle fatigue test untuk mendapatkan type certificate di akhir tahun 2018.

Direktur Utama PTDI Elfien Goentoro menjelaskan bahwa di akhir bulan Februari 2018 ada satu product development sebagai pendamping supaya mendapatkan type certificate. Selain itu, akan dimulai tahapan serial production untuk mendapatkan production certificate sehingga pada tahun 2019 nanti pesawat pertama N219 Nurtanio sudah siap dan laik untuk memasuki pasar.

"Kami masih akan terus menyelesaikan hingga akhir tahun ini sampai dengan 350 jam terbang," kata Elfien kepada wartawan di Bandung, Sabtu (13/1/2018).

Elfien mengatakan sertifikat ini dikeluarkan oleh Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

"Type certificate adalah sertifikasi kelaikan udara dari desain manufaktur pesawat," tutur Elfien.

Pesawat N219 Nurtanio sampai dengan saat ini sudah 13 kali terbang dengan total waktu 16  jam. Paralel dengan uji terbang purwarupa pesawat pertama N219 Nurtanio. "Kini, kami sedang membangun tiga purwarupa pesawat N219 Nurtanio di Hanggar N219," imbuh Elfien.

Pesawat N219 Nurtanio merupakan pesawat penumpang dengan kapasitas 19 penumpang dengan dua mesin turboprop yang mengacu kepada regulasi CASR Part 23. Ide dan desain dari pesawat dikembangkan oleh PTDI dengan pengembangan program dilakukan oleh PTDI dan Lapan. Pesawat ini dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan transportasi udara nasional di wilayah perintis.

"Pesawat N219 Nurtanio dapat digunakan untuk berbagai macam kebutuhan, seperti angkutan penumpang, angkutan barang, maupun ambulance udara," pungkasnya.