Penjualan Listrik di NTB Naik 5,4%

Fauziah_hidayah - Energi

Sabtu, 13 Januari 2018 17:32 WIB

penjualan listrik di ntb naik 5,4%

Perseroan Terbatas Perusahaan Listrik Negara (Persero) Wilayah Nusa Tenggara Barat mencatat pertumbuhan penjualan listrik di provinsi ini meningkat 5,4 persen pada 2017.

"Tercatat penjualan listrik pada tahun 2016 sebesar 1.591 gigawatt hour (GWH), sedangkan pada 2017 sebanyak 1.677 GWH," kata General Manager PLN Wilayah NTB Mukhtar di Mataram, Sabtu (13/1/2018).

Ia menyebutkan peningkatan penjualan listrik terbesar masih terjadi di sistem kelistrikan Lombok, yaitu hingga 54 GWH. Sementara sistem kelistrikan Sumbawa penggunaan listrik meningkat sebesar 19,3 GWH. Untuk sistem kelistrikan Bima meningkat sebesar 12,6 GWH. Total peningkatan sekitar 86 GWH.

Menurut Mukhtar, peningkatan penggunaan listrik di NTB menunjukan bahwa tingkat konsumsi masyarakat meningkat. "Naiknya penggunaan listrik menjadi sinyal positif bahwa ekonomi masyarakat NTB terus membaik," ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan salah satu faktor yang mendukung peningkatan penjualan listrik ini adalah beroperasinya beberapa pembangkit baru, di antaranya Mobile Power Plant (MPP) Lombok, dan PLTU IPP Lombok Timur dengan kapasitas masing-masing 2x25 megawatt (MW).

Selain, itu PLN juga terus melakukan perluasan jaringan untuk melistriki daerah-daerah yang belum terlistriki. Contohnya Pulau Bajo yang terletak di Manggalewa, Kabupaten Dompu.

Saat ini, sistem kelistrikan Lombok memiliki daya mampu mencapai 274 MW dengan beban puncak sebesar 227 MW. Sistem kelistrikan Sumbawa memiliki daya mampu mencapai 54 MW dengan beban puncak sebesar 42 MW. "Sementara untuk sistem kelistrikan Bima memiliki daya mampu mencapai 50 MW dengan beban puncak sebesar 45 MW," kata Mukhtar.

Pada 2018, kata dia, beberapa pembangkit baru yang saat ini sedang dalam proses konstruksi akan beroperasi, di antaranya PLTMG Sumbawa berkapasitas 50 MW, PLTMG Bima berkapasitas 50 MW, PLTU Jeranjang Unit 2 berkapasitas 25 MW, dan PLTU Sumbawa Barat 2x7 MW. Sementara PLTGU Lombok Peaker, di Kota Mataram, berkapasitas 150 MW diprediksi selesai pada 2018 atau 2019.

Mukhtar berharap penambahan pasokan daya listrik tersebut dapat memberi dukungan pada peningkatan perekonomian masyarakat hingga industri.

Selain itu, ketersediaan pasokan daya membuat PLN optimis dapat memenuhi kebutuhan listrik di NTB, baik untuk peningkatan rasio elektrifikasi, maupun untuk mendorong investasi.

"Saat ini listrik surplus, kami mengundang para investor untuk membangun bisnisnya di NTB. Tidak perlu khawatir dengan masalah listrik, PLN akan siapkan kebutuhannya. Termasuk untuk ITDC Mandalika, berapa pun kebutuhannya, kami akan siapkan," katanya. (FNH/Ant)