Hobi Merajut Berpotensi Menjadi Bisnis

Ratih_rahayu - Bisnis

Sabtu, 13 Januari 2018 13:08 WIB

hobi merajut berpotensi menjadi bisnis

Selama ini, banyak masyarakat tidak fokus melakukan kerajinan yang dapat menghasilkan uang. Padahal, dari hobi dan pikiran yang tenang, hasil kerajinan dapat mengisi pundi-pundi uang. Terkadang, ada juga seseorang yang mendapatkan ide untuk menghasilkan uang karena seringnya bertukar pikiran dengan sahabat maupun saudara. 

Semangat untuk memulai hobi melakukan kerajinan akan menghasilkan sebuah produksi kerajinan tangan yang bermanfaat. Misalnya, kerajinan tangan merajut. Hobi merajut yang diseriusi berpotensi menghasilkan uang.

Melihat masalah ini, Asosiasi Rajut Indonesia (ARI) bisa jadi solusinya. Komunitas merajut ini membuat perajut semakin semangat menghasilkan karya yang lebih baik lagi dengan kegiatan sharing dan merajut bersama. Hal ini disampaikan oleh Ketua ARI Korda Sumut, Pempy, Sabtu (13/1/2018).

"Asosiasi ini terbuka buat siapa saja, tidak harus yang sudah pintar, yang ada kemauan untuk merajut juga bisa. Kita selalu mengadakan pertemuan sebanyak kurang lebih tiga kali dalam sebulan buat silaturahmi, sekalian sharing ide, inovasi, sampai peralatan rajut terbaru. Bagi yang belum bisa merajut, nanti diajari saat jumpa, ada Rajut Class buat pemula," ujarnya.

Dikatakannnya, anggota ARI Sumut seluruhnya adalah wanita dan rata-rata merajut karena hobi dan mencari kegiatan saat bersantai di rumah. "Jadi, paling utama itu untuk menumpahkan hobi. Kalau akhirnya yang dibuat laku, itu bonus. Begitu pun, banyak juga yang cari makan dari merajut ini dan hasilnya lumayan," katanya.

Hal ini tentu harus menjadi perhatian karena bisa meningkatkan perekonomian keluarga. "Harapan kami, ada galeri tempat memamerkan hasil kerajinan dari semua teman-teman, yang kemudian bisa dijual. Selama ini, kesulitan yang dikeluhkan kawan-kawan, ya, dari penjualan tersebut. Tidak ada wadahnya, hanya dari media sosial masing-masing," imbuhnya.

ARI sudah cukup besar karena struktur keorganisasiannya mencakup seluruh perajut yang ada di Indonesia. "Di Korda Sumut sendiri, anggotanya sudah lebih dari 50 orang," ujarnya.

Dari 50 orang ini, lanjutnya, sudah banyak yang menghasilkan kerajinan rajut hingga ratusan. Rajutan tersebut banyak dipasarkan pada saat pameran maupun secara online.

"Biasanya, anggota kita, jual dari harga Rp5 ribu hingga ratusan ribu, dari gelang hingga tas dan sepatu, dan semuanya, alhamdulillah, berjalan dengan lancar," pungkasnya.