60% Kekuatan Ekonomi Indonesia Berada di Sektor UKM

Ratih_rahayu - Nasional

Sabtu, 13 Januari 2018 11:39 WIB

60% kekuatan ekonomi indonesia berada di sektor ukm

Tahun 2018 diprediksi akan menjadi puncak pertumbuhan ekonomi kreatif. Hal ini didasari oleh data survei Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) dengan Badan Pusat Statistik (2016) bahwa industri ekonomi kreatif di Indonesia pada 2015 lalu tercatat menyumbangkan Rp 852 triliun kepada pendapatan domestik bruto (PDB) nasional, dan di tahun 2016 tercatat naik mencapai Rp 922,58 triliun dengan nilai kontribusi terhadap PDB nasional sebesar 7,44 persen.

Berkembangnya industri ekonomi kreatif tidak bisa dipisahkan dari e-commerce di Indonesia. Bahkan, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyebutkan pertumbuhan e-commerce mencapai 60 persen hingga 80 persen per tahun. Semakin tidak terbendungnya pasar digital menjadikan e-commerce berpotensi menjadi salah satu pondasi kekuatan ekonomi Indonesia.

Proyeksi yang dilansir oleh Price Waterhouse Cooper (PWC) menempatkan Indonesia akan berada di posisi ke-5. Gross Domestic Product (GDP) Indonesia tahun 2030 diprediksi akan mencapai US$ 424 trilliun. Seperti kita ketahui bersama bahwa pemerintah mendorong UMKM Indonesia untuk go online karena 60 persen kekuatan ekonomi Indonesia berada di sektor UMKM. Hingga saat ini, pemerintah menyediakan saluran untuk UMKM mengembangkan usahanya melalui e-commerce.

Sejalan dengan itu, marketplace yang mempunyai unique selling point 'kekuatan sinergi group', BLANJA.com, memiliki misi mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi digital Indonesia melalui peningkatan kesempatan bagi produk asli Indonesia menembus pasar nasional dan internasional. Seperti dilansir Kominfo, UKM merupakan representasi ekonomi rakyat dikarenakan dapat menyerap tenaga kerja ±90% serta memberikan kontribusi sebesar 58% pada Produk Domestik Bruto Nasional.

“Industri ekonomi kreatif yang bergerak di infrastruktur digital terus berkembang dengan pesat dan menawarkan berbagai solusi yang dapat membantu pelaku industri kreatif. Dan di sini lah peran BLANJA.com untuk membuka keterbatasan, mendorong perubahan, serta meningkatkan peluang bagi produk lokal agar dapat bersaing dengan produk import," jelas Aulia E. Marinto, Ceo BLANJA.com dalam keterangannya, Jakarta, Sabtu (13/1/2018).

"BLANJA.com memiliki program #BLANJAJEMPUTUKM, dimana kami hadir menjangkau UKM di seluruh pelosok di Indonesia dalam rangka meningkatkan kualitas serta melakukan pendampingan, mulai dari memberikan edukasi cara membuka toko online, tips foto produk yang menarik, hingga strategi pemasaran yang efektif," imbuh Rieka Handayani selaku Head of Public Relations BLANJA.com.

#BLANJAJEMPUTUKM bersinergi dengan berbagai stakeholders pemerintah melalui lima kementerian, yaitu Kementerian BUMN melalui RKB (Rumah Kretif BUMN); Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam pelatihan 8 juta UMKM Go Online; Kementerian Perindustrian dalam program e-smart IKM; Kementerian Sosial dan Kementerian Perdagangan, Smesco, Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) dengan program kenduri e-UKM, IWAPI, dan lain-lain.

Selama 2017, program ini telah berhasil meng-online-kan kurang lebih 30.000 UKM yang tersebar di 60 kota Indonesia dan naik sekitar 390 persen dari tahun sebelumnya pada 2016. Pertumbuhan UKM meningkat cukup signifikan. Para pelaku UKM diharapkan tidak hanya menjadi penjual online, tapi juga menjadi pebisnis online.