Aher Sebut "Citarum Harum Bestari" Terbilang Program Istimewa

Ratih_rahayu - Daerah

Sabtu, 13 Januari 2018 10:47 WIB

aher sebut

Program Citarum Harum Bestari merupakan program lanjutan dalam upaya pelestarian Sungai Citarum. Namun, program lanjutan ini terbilang istimewa karena melibatkan semua pihak dan langsung dikoordinasikan secara jelas, bahkan pemerintah pusat memberikan perhatian yang khusus terhadap persoalan Citarum ini.

Gubernur Jawa Barat, Ahmas Heryawan (Aher), menjelaskan pemerintah pusat akan menetapkan pembagian tugas proses pelaksanaan program Citarum Harum Bestari dengan melibatkan semua pihak yang memiliki tugas serta kewenangan masing-masing 

"Sudah ada tugas dan fungsinya masing-masing, seperti di Kementerian juga ada tugasnya masing-masing dan beberapa Dirjen Kementerian Kehutanan. Kemudian, di Kementerian PUPR, termasuk BBWS, ada tugasnya, termasuk Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat beserta jajaran TNI dan Polri memiliki tugas dan fungsi masing-masing," jelas Aher kepada wartawan di gedung Pakuan, Sabtu (13/1/2018).

Dia mengungkapkan pemerintah pusat telah menunjuk Kementerian Kemaritiman untuk mengomandoi pelaksanaan pelestarian Sungai Citarum ini. Sementara itu, untuk tingkat provinsi, dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Barat. 

"Yang menjadi komandonya di Jabar yaitu Gubernur Jawa Barat, bukan Aher. Artinya, nanti ketika 13 Juni ke depan, kan, masih ada terus kelanjutan yang bertanggung jawab atas program Citarum Harum Bestari ini," papar Aher.

Aher menyebutkan perencanaan dari semua pihak sudah dimatangkan. Untuk itu, yang harus segera dimatangkan adalah perencanaan kebersamaannya. 

"Saya katakan kalau urusan perencanaan sudah sangat matang, seperti yang sudah disiapkan di Bappenas, Kementerian LHK, BBWS, serta Kementerian PUPR," tegas Aher.

Berkenaan dengan jumlah anggaran yang dibutuhkan untuk pelestarian program sungai Citarum ini, Gubernur Jawa Barat belum bisa memastikannya. Namun, ia memastikan anggaran berasal dari berbagai pihak yang turut mendukung program tersebut seperti Pemprov, Kabupaten/Kota, dan Kementerian. 

"Ya, saya kurang tahu persis anggarannya, kadang-kadang digabung-gabung. Yang jelas, dananya berasal dari Pemprov, Kabupaten/Kota, juga Kementerian. Mudah-mudahan yang ada ini. Insya Allah, permasalahannya bisa dituntaskan," jelas Aher.

Selain itu, upaya lain yang harus dilakukan seluruh komponen masyarakat yaitu gerakan tidak membuang apapun ke sungai, seperti sampah, termasuk limbah.

"Kalau itu dilakukan secara konsisten, Insya Allah, kita akan sampai kepada Citarum yang bersih dan diinginkan bersama-sama," pungkasnya.