2018, BPJS Kesehatan Medan Ikut Tingkatkan Monitoring pada FKTP

Vicky - Asuransi

Kamis, 28 Desember 2017 20:18 WIB

2018, bpjs kesehatan medan ikut tingkatkan monitoring pada fktp

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Medan Ari Dwi Aryani mengaku, pada tahun 2018 mendatang pihaknya akan melakukan peningkatkan terhadap monitoring dan evalusi layanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Hal itu sebut dia dilakukan, agar pelayanan yang diberikan pada masyarakat baik di klinik maupun puskesmas juga dapat ditingkatkan.

"Makanya kita sangat membutuhkan input masukan pada FKTP. Karena frequensi monitoring dan evaluasinya akan ditingkatkan, supaya kita sama-sama bisa meningkatkan kualitas layanannya," katanya, Kamis (28/12/2017).

Namun untuk Puskesmas, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan. Hal itu terutama mengenai persoalan sarana dan prasarana, serta terkait adanya keluhan ketersediaan obat.

"Dan Dinas saat ini sudah mencari cara, agar bagaimana obat bisa tersedia di puskesmas, sebab kami ingin memastikan upaya promotif dan preventif bisa berjalan di FKTP," ujarnya.

Apalagi, katanya upaya itu selaras dengan program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang dicanangkan pemerintah pusat. "Artinya FKTP itu bukan hanya sekedar menjadi tempat orang sakit saja baru datang. Tapi juga tempat bagaimana pola hidup sehat itu dilakukan. Sehingga kedepan, petugas medis juga akan mendatangi rumah penduduk supaya bisa mencegah untuk tidak jatuh sakit," katanya.

Karenanya, sambung Ari, dalam melayani masyarakat, tahun mendatang layanan medis akan lebih dikonsentrasikan pada FKTP. Sesuai keputusan Menteri Kesehatan no 514 tahun 2016, terdapat 144 diagnosa yang harus dituntaskan di FKTP.

"Jadi diatur mana yang dirawat di FKTP dan mana yang harus dirujuk. Tapi itu dokter yang lebih tahu," ujarnya.

BPJS Kesehatan sendiri, tambah Ari bertugas memastikan peserta memperoleh akses jaminan kesehatan yang berkualitas dan memenuhi syarat. Untuk itu pelayanan tingkat pertama menjadi salah satu concern BPJS supaya masyarakat lebih mudah mendapatkan akses layanan tanpa perlu ke rumah sakit.

"Kedepan juga kita akan mendorong kerjasama dengan apotik untuk memastikan ketersediaan obat," pungkasnya.